19 Tahun Merintis, Pengusaha Olahan Pangan Asal Tarakan Sukses Cetak Omzet Puluhan Juta

benuanta.co.id, TARAKAN – Selama 19 tahun jatuh bangun merintis usahanya, Nining Sundawati pengusaha olahan pangan asli Kota Tarakan kini sukses memiliki omzet hingga Rp 50 juta per bulan.

Wanita berusia 55 tahun tersebut memulai usahanya sejak tahun 2005. Banyak hal dirasakannya dalam merintis usaha dari nol, termasuk menemukan ide, mengelola keuangan, memproduksi hingga mempromosikan dagangannya.

Berbagai produk hasil olahannya dibuat dengan bahan asli Tarakan seperti balado ikan asin jambal, steak udang dan cumi, amplang, crispy ikan tipis Ba Lamok dan ikan seruyuk. Selain itu, kue keminting dari tepung kanji, keripik ikan kering, dan lain-lainnya.

Baca Juga :  Rekrutmen PT KAI di Luar Kaltara Picu Polemik, Ekonom Minta Utamakan Tenaga Kerja Lokal

“Dulu ikan tipis tidak laku, tahunya cuman jual mentah. Jadi saya buat peye kebetulan dikasih ikan, ada tepung sisa saya celupin kok rasanya enak. Akhirnya saya bagikan ke tetangga, saya sumbangkan ke orang sunatan dan kawinan. Di situ tamu-tamu bertanya sama pemilik rumah, ini beli di mana,” ujarnya, Sabtu (10/8/2024).

Pada awalnya ia hanya memproduksi olahannya hanya jika ada yang memesan untuk acara saja, namun seiring berjalannya waktu ia memberanikan diri untuk menjual produknya secara komersil karena pesatnya jumlah pesanan yang diterimanya.

Baca Juga :  BPS Catat 5 Ribu Industri Mikro dan Kecil di Kaltara, Didominasi Makanan 67,81 Persen

Saat produknya semakin dikenal di kalangan masyarakat, ia pun mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba mengolah produk. Tak disangka-sangka ia berhasil meraih juara ke-3 nasional dalam ajang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK).

Ia lalu mendapat pelatihan untuk mengembangkan produk hasil olahannya. Kini ia pun dapat memproduksi 5.000 bungkus per bulan dengan kemasan menarik dengan berbagai varian rasa. Dengan demikian ia dapat meraup omzet puluhan juta dalam satu kali produksi.

“Kalau permintaan banyak akhirnya melebihi produksi. Kalau produksi normal per hari 100 bungkus,” kata dia.

Baca Juga :  Perkuat Literasi Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Insan Media

Dengan usahanya tersebut ia juga sukses membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Saat ini Nining memperkerjakan empat karyawan tetap, namun jika permintaan meningkat Nining menyediakan 12 orang yang siap untuk membantunya.

Saat ini produk milik Nining pun sudah di pasarkan di ritel-ritel modern di beberapa daerah yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara). Bahkan ia membuka penjualan secara online dan kini produksinya sudah di pasarkan ke negara tetangga yaitu Malaysia. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *