“Balik Desa, Bangun Desa”: Local Heroes Berkaca dari Kehidupan Nelayan Aruna di Jenebora

Kaltim – Seiring bertambahnya usia, kebanyakan dari kita tentu semakin mendambakan kehidupan yang tenang, berkecukupan, dan dekat dengan orang-orang terkasih. Sayangnya, tidak semua perusahaan masih memberlakukan flexible working arrangement, terlebih saat sekarang ini. Namun, hal ini tak menjadi isu bagi Utomo Septyadi, Local Heroes Aruna di area Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia bersyukur bisa bergabung dengan Aruna karena ia memperoleh kesempatan untuk bekerja, membangun komunitas dan daerah asalnya, sekaligus dekat dengan keluarganya.

Pekerjaan paruh waktu yang Utomo lakoni sejak dirinya masuk di semester ketiga perkuliahannya, kini telah menjadi pekerjaan tetap yang memungkinkan dirinya untuk memperoleh pendapatan, sambil tetap berada di dekat keluarganya. Dahulu, Utomo mengambil jurusan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia, sebuah subyek yang tak berkaitan langsung dengan industri kelautan dan perikanan. Menceritakan perjalanannya kala itu, ia mengungkapkan, “Saya mulai kerja di Aruna sebagai admin dan helper, dimintain tolong sama Pak Indraka (Co-Founder dan Chief Operating Officer Aruna). Saya diberi kepercayaan buat mengurus Aruna Hub yang ketika itu baru saja buka di Balikpapan.”

Baca Juga :  686 Ribu Pekerja di Kalimantan Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Adalah sebuah hak istimewa bagi Utomo untuk bekerja di Balikpapan. Meskipun sebagian anak muda mungkin lebih senang bekerja di luar kota, jauh dari keluarga, hal ini rupanya tak berlaku bagi Utomo. Katanya, “Mau cari apa, sih? Ada ungkapan, ‘Balik desa, bangun desa’. Nah, itulah yang saya pribadi cari. Ibaratnya, di sini banyak ladang pahalanya. Saya bisa dekat dengan keluarga, mengabdi ke mereka, tetapi di saat yang bersamaan saya juga bisa memberdayakan masyarakat pesisir sekitar. Ujung-ujungnya, saya juga bantu membangun desa.” Ia juga menambahkan kesenangannya ketika memperoleh banyak kesempatan dan kepercayaan buat mengunjungi beberapa tempat yang tersebar di seluruh pelosok negeri untuk membuka hub baru.

Baca Juga :  Angka Wisatawan Nunukan Tercatat Tumbuh, Tamu Lokal Inap Lebih Lama di Bulan Januari

Meski awalnya tak familiar sama sekali dengan dunia kelautan dan perikanan, Utomo percaya bahwa bukan sebuah kebetulan semesta membawanya ke dunia itu. Karakteristik nelayan di wilayah Jenebora yang religius atau taat dan patuh beragama diakui membuatnya menerapkan kebiasaan yang sama atas dirinya. Utomo menerangkan, “Setiap menjelang Salat Jumat, nelayan, yang mayoritas adalah nelayan rajungan, berhenti melaut. Itu pasti. Saya jadi tidak enak sendiri kalau saya, yang lebih muda, justru tidak semangat ibadah. Alhamdulillah juga, saya bisa menyaksikan setidaknya ada satu Nelayan Aruna dan/atau istrinya yang berangkat umroh setiap tahunnya.”

Baca Juga :  Stok BBM Kaltara Dipastikan Aman Selama Ramadan dan Idulfitri

Menutup perbincangan kami siang itu, Utomo menyampaikan harapannya buat masyarakat pesisir Indonesia. “Aruna hadir secara ikhlas buat membantu perbaikan kehidupan nelayan-nelayan kecil di Indonesia. Semoga, mereka bisa betul-betul merasakan manfaat dari kehadiran Aruna. Saya berdoa juga bahwa dengan pendapatan yang kian membaik, mereka juga bisa menyekolahkan anak mereka sampai ke tahap perguruan tinggi,” kata Utomo. Yuk, terus beli produk-produk di Aruna. Dengan demikian, kamu bisa membantu nelayan skala kecil untuk terus mendapat perbaikan pendapatan.(*)

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *