benuanta.co.id, TARAKAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Achmad Djufrie, menegaskan, hubungan dengan Kalimantan Timur (Kaltim) perlu terus diperkuat, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterkaitan erat secara geografis.
Menurutnya, dibandingkan provinsi lain, Kaltim memiliki posisi strategis yang mempermudah akses ke sejumlah daerah di Kaltara. Ia mencontohkan, jalur darat menuju Apau Kayan lebih dekat melalui Mahakam Ulu (Mahulu) di Kaltim dibandingkan dari Tarakan, Bulungan, atau Nunukan yang mengharuskan perjalanan udara.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya kerja sama lintas provinsi dalam mendukung konektivitas wilayah.
“Kita bukan bergantung, tapi memang ada keterhubungan karena Kaltim adalah saudara tua kita yang dulu menjadi bagian sebelum Kaltara dimekarkan. Wajar jika masih ada kebersamaan, khususnya di sektor perbatasan,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Kerja sama yang dimaksud tidak hanya soal akses darat. Menurutnya, sektor perikanan juga menjadi prioritas, mengingat Kaltara memiliki potensi hasil laut yang melimpah. Selain itu, perkebunan sawit disebut sebagai salah satu peluang besar, karena Kaltara memiliki banyak lahan yang dapat ditanami, sementara posisinya yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuka jalur ekspor yang juga bisa dimanfaatkan oleh Kaltim.
Ia menambahkan, pembahasan kerja sama lintas daerah ini masuk pula dalam agenda ekonomi biru yang menggarap potensi laut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Salah satu fokusnya adalah jalur transportasi material, yang dinilai penting untuk memperlancar arus distribusi barang dan memudahkan konektivitas antardaerah.
Di luar Kaltim, Kaltara juga aktif membangun kemitraan dengan provinsi lain. Ia mencontohkan kerja sama dengan Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan. Dalam pertemuan terakhir dengan Gubernur Sulawesi Selatan, dibahas rencana pasokan beras dari Pinrang serta bawang merah berkualitas dari daerah tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kaltara.
Menurutnya, pasokan dari Sulawesi Selatan dapat menjadi solusi ketika distribusi dari Jawa tidak mencukupi, apalagi bawang merah dari sana dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Sebelumnya, Kaltara juga menjalin komunikasi dengan Sulawesi Utara di Manado, serta Kalimantan Selatan saat perayaan ulang tahun Kodam di Balikpapan, yang turut menghasilkan nota kesepahaman (MoU) kerja sama.
Kendati demikian, ia mengakui, sebagian besar kerja sama ini masih dalam tahap awal, sehingga manfaatnya belum terasa maksimal bagi masyarakat. “Kerja sama ini masih tahap awal, jadi realisasinya belum maksimal. Tapi kalau sudah berjalan, saya yakin manfaatnya akan dirasakan langsung masyarakat,” jelasnya.
Sementara untuk wilayah Jawa, ia memastikan tidak ada kerja sama resmi. Pasokan beras dan bahan pokok dari Jawa tetap berjalan, namun sebatas transaksi bisnis rutin antara pelaku usaha di Surabaya dan Makassar dengan Kaltara, tanpa perjanjian khusus seperti yang dilakukan dengan provinsi-provinsi terdekat. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







