benuanta.co.id, BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A Paliwang, melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri PT Kalimantan Utara Industrial Park Indonesia (KIPI) di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan belum lama ini.
Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung progres pembangunan salah satu proyek kawasan industri strategis nasional yang digadang-gadang akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara.
Gubernur Zainal menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pengembangan kawasan industri berskala besar seperti KIPI. Ia menilai, hadirnya lingkungan yang kondusif dan aman akan memberikan kepastian bagi investor yang menanamkan modalnya di Kaltara.
“Keamanan adalah faktor vital. Kawasan industri seperti KIPI akan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang padat dan kompleks, sehingga dukungan keamanan harus benar-benar optimal,” ujarnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPMPTSP Kalimantan Utara, Rahman Putrayani, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem investasi, termasuk koordinasi lintas sektor demi memastikan kenyamanan investor yang terlibat dalam pembangunan KIPI.
“Kunjungan Bapak Gubernur menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan KIPI berjalan tepat waktu dan sesuai harapan. Ini memberikan sinyal kuat bagi investor bahwa Kaltara adalah wilayah yang siap dan aman untuk investasi,” kata Rahman.
Ia menambahkan bahwa arus minat investasi di Kaltara, khususnya yang berkaitan dengan KIPI, terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya progres pembangunan di lapangan.
“Dengan dukungan penuh pemerintah dan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, kami optimistis kawasan industri ini akan menjadi motor ekonomi baru bagi Kaltara,” tegasnya.
KIPI Mangkupadi merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu mendorong industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Kalimantan Utara sebagai pusat industri hijau dan energi di kawasan utara Indonesia. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







