benuanta.co id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya mendorong produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan dipasarkannya sejumlah produk khas daerah melalui Export Center Surabaya ke Brunei Darussalam dan Pakistan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPK-UKM) Kaltara, Hasriyani, mengungkapkan, ada lima produk yang telah dikirim ke dua negara tersebut.
“Dua produk ke Pakistan yakni Kerupuk Ikan Papija Tarakan dan Kenko (keripik pisang caramel). Sementara ke Brunei Darussalam dikirim tiga produk, yaitu Amplang Fatikha (ikan bandeng), Pastel Ebi, dan Ba Lamok (Crispy Ikan Tipis),” jelasnya, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, salah satu produk unggulan yang menjadi perhatian adalah keripik ikan tipis khas Tarakan. “Kalau olahan pisang hampir semua daerah punya. Tapi keripik ikan tipis ini khas Tarakan, setahu saya hanya ada di tiga daerah, yaitu Riau, India, dan Kaltara,” ujarnya.
Hasriyani menambahkan, sejumlah produk yang dikirim merupakan substitusi dari produk lain yang belum siap diproduksi. “Seharusnya ada produk lain seperti Peacepok dan amplang dari daerah lain. Namun karena belum siap produksi, akhirnya diganti dengan Pastel Ebi Barma dari Bulungan,” katanya.
Setiap produk yang dikirim ke Export Center Surabaya, telah diterima dan akan segera dikomunikasikan dengan buyer negara tujuan. “Jumlahnya masing-masing 20 pieces per produk. InsyaAllah setelah Brunei dan Pakistan, target selanjutnya Hongkong dan Singapura,” tutur Hasriyani.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memberi pendampingan dan pelatihan bagi UMKM. Namun, keberlanjutan ekspor tetap bergantung pada kesiapan pelaku usaha. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







