Disdikbud Kaltara Dorong Siswa SMP Bersaing Masuk SMA Unggul Garuda

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong siswa SMP dan madrasah di daerah mempersiapkan diri untuk bersaing masuk SMA Unggul Garuda. Sekolah tersebut menerapkan seleksi tingkat nasional dengan standar akademik yang ketat.

Kepala Disdikbud Kaltara Hasanuddin, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kompetensi peserta didik dan tenaga pendidik agar siswa asal Kaltara mampu bersaing dalam proses seleksi.

Menurut dia, seleksi masuk SMA Unggul Garuda tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga mempertimbangkan prestasi akademik dan nonakademik sesuai persyaratan yang ditetapkan.

“Anak-anak kita tidak bisa menjadi penonton di negeri sendiri. Kita harus terus memacu siswa agar mampu bersaing, karena proses seleksinya memang ketat,” ujar Hasanuddin Sabtu, (17/10/2026)

Baca Juga :  UPTD TIKP Disdikbud Kaltara Dorong Guru SMA Tana Tidung Kembangkan Konten Digital Pendidikan

Ia menjelaskan, salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah konsistensi nilai rapor, dengan nilai minimal 85, termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris. Sementara itu, persyaratan prestasi akademik dan nonakademik juga menjadi bagian dari penilaian seleksi.

Hasanuddin menegaskan, proses pendaftaran, seleksi, hingga penentuan lokasi penempatan siswa menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Pemerintah Provinsi Kaltara berperan membantu sosialisasi dan mendorong siswa untuk mengikuti proses seleksi.

Karena itu, tidak ada jaminan siswa yang lolos seleksi dari Kaltara akan ditempatkan di SMA Unggul Garuda Bulungan. Penempatan dilakukan sesuai kebijakan pemerintah pusat dan dapat mencakup sejumlah lokasi sekolah di Indonesia.

Baca Juga :  Minimnya Guru di Perbatasan Nunukan Masih Jadi PR

Hasanuddin juga menyebutkan, sebanyak 12 alumni asal Kaltara telah masuk dalam program SMA Unggul Garuda. Mereka berasal dari sejumlah kabupaten dan kota, di antaranya Bulungan, Tarakan, Nunukan, dan Malinau.

Namun, ke-12 siswa tersebut tidak seluruhnya bersekolah di Bulungan. Sebagian ditempatkan di lokasi lain, termasuk Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa asal daerah bukan menjadi penentu lokasi penempatan siswa yang lolos seleksi.

Di sisi lain, Hasanuddin menyoroti perlunya persiapan lebih serius bagi calon peserta didik dari Kaltara. Ia menyebutkan, jumlah pendaftar secara keseluruhan telah mendekati 1.000 orang, sedangkan calon peserta dari Kaltara masih perlu didorong untuk menuntaskan persyaratan administrasi.

Baca Juga :  Kondisi Geografis Jadi Tantangan Pemerataan Fasilitas Pendidikan di Nunukan

Menurutnya, Disdikbud Kaltara telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperkuat sosialisasi. Namun, pembinaan siswa SMP menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota karena jenjang pendidikan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah daerah masing-masing.

Ia berharap sekolah, guru, serta pemerintah kabupaten dan kota dapat bersinergi menyiapkan siswa sejak dini, baik dari sisi akademik maupun prestasi lainnya.

“Kita terus mendorong satuan pendidikan agar anak-anak Kaltara bisa meningkatkan kompetensinya. Harapannya, semakin banyak siswa dari daerah ini yang mampu lolos seleksi pada tahun berikutnya,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli