benuanta.co.id, BULUNGAN – Menanggapi adanya pembayaran saat pemulangan jenazah GA, bayi yang menderita gagal ginjal akut misterius dari Desa Apung, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan pun angkat bicara.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, drg. Ida Bagus Sidharahardja, mengatakan biaya yang membebani orang tua bayi GA, yang digunakan membayar kargo khusus membawa jenazah, saat ini tengah di komunikasikan dengan Kabag Kesra Pemkab Bulungan.
“Saya sempat ketemu Kabag Kesra (bicarakan biaya), sebenarnya ini sudah juga dibantu oleh bagian kesra saat keberangkatan maupun kepulangan jenazah,” ucap Ida Bagus Sidharahardja kepada benuanta.co.id, Jumat 11 November 2022.
Jika ada keterlambatan pemberian biaya ganti dari bagian kesra, dia mengatakan barangkali keterlambatan itu ada proses yang harus dilalui sehingga belum dicairkan.
“Kalau belum cair itu saya tidak tahu. Tapi Kabag Kesra komitmen untuk membantu,” tuturnya.
Masalah pembiayaan kesehatan bayi GA telah ditanggung oleh jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Lalu untuk pendamping yang ikut mengawal saat di rujuk inilah yang dibiayai oleh Pemkab Bulungan.
“Untuk pembiayaan bukan kita lagi Dinas Kesehatan, tapi ditangani oleh Pemkab Bulungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan, dr Velix T Sima menuturkan sebelum meninggal di hari Senin 7 November 2022, bayi GA sempat dirawat selama 2 pekan di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo.
“Sempat dirawat selama 2 minggu, meninggal Senin dan pulang hari Selasa,” singkatnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Yogi Wibawa







