Efek Angin Kencang, Sayap Burung Enggang di Tugu Cinta Damai Patah

benuanta.co.id, BULUNGAN – Bangunan Tugu Cinta Damai (TCD) yang berdiri di Tepian Sungai Kayan mengalami kerusakan akibat angin kencang yang terjadi pada, Rabu (30/3/2022) dini hari. Ornamen burung Enggang yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Bulungan itu rusak pada bagian sayapnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Bulungan, Adriani mengatakan kerusakan terlihat dari sayap burung Enggang di sisi kanannya yang terlepas dan jatuh.

“Kerusakan dikarenakan angin yang terjadi semalam disertai hujan deras. Kami belum dapat info jelas lagi dari BMKG berapa knot anginnya,” ucap Adriani kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Banjir Sungai Kayan Perlahan Surut

Dia menuturkan walaupun terlepas dan jatuh, kondisinya masih dapat digunakan. Sementara sayap kanan yang terbuat dari perunggu itu telah diamankan ke kantor DPRKPP dan di lokasi tugu telah dipasangi garis polisi.

 

EVAKUASI: Terlihat petugas DPRKPP Bulungan saat melakukan evakuasi sekitar Tugu Cinta Damai (TCD), Tanjung Selor.

“Rencananya akan kita las kembali sayap ikon burung tersebut. Hanya saja kita masih cari cara bagaimana kita naik keatas dulu, soalnya tinggi tugu ini mencapai 11 meter,” jelasnya.

Sementara mobil crane milik DPRKPP Bulungan hanya bisa mencapai 9 meter. Untuk itu, pihaknya masih mencari crane yang lebih tinggi. Adriani menuturkan ikon burung Enggang ini memiliki bobot yang berat.

Baca Juga :  Tahanan Polresta Bulungan Diberi Waktu Besuk Khusus saat Lebaran

“Jadi beratnya ini yang kita belum tahu, sayapnya sudah kita amankan ke kantor. Tadi diangkat sama anggota 6 orang saja juga berat,” ujarnya.

“Kita juga mau cek sayap kirinya apakah masih aman atau tidak. Akan kita perbaiki juga sembari perbaiki sayap kanannya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Abdul Haris Zulkarnain melalui Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Agus Riyanto menjelaskan berdasarkan pengamatan cuaca yang dilakukan sekira pukul 24.00 hingga 01.00 dini hari tadi, langit Tanjung Selor terdapat kumpulan awan Cumulonimbus (CB) yang hampir merata.

Baca Juga :  Tawur Kesanga di Bulungan Tandain Sambut Nyepi 1948 Saka

“Berdasarkan catatan kami, angin itu terjadi pada pukul 00.24 hingga 00.39 kecepatan tercatat mencapai 20 knot atau 40 kilometer perjam. Kemudian kecepatan terdeteksi rata-ratanya 13-15 knot sedangkan kecepatan maksimumnya 20 knot,” sebutnya.

Dia menambahkan untuk kecepatan 15 knot saja bisa berdampak kerusakan, terlebih berlangsung lama. Dalam pengalamannya sendiri kecepatan normal angin di Tanjung Selor hanya berkisar diangka 5 hingga 8 knot.

“Kalau berlangsung selama 20 menit saja itu bisa berdampak kerusakan terhadap objek yang dikenainya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *