benuanta.co.id, BULUNGAN – Perayaan natal yang dilaksanakan oleh Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Maranatha Tanjung Selor dihadiri Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd selain Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP.
Tak hanya sebagai tamu undangan, Bupati Bulungan Syarwani juga melakukan sosialisasi dan edukasi terkait aturan yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dia menuturkan selama 2 tahun ini warga Bulungan menghadapi cobaan berupa Covid-19.
“Begitu banyak jiwa yang berjatuhan akibat pandemi Covid-19, sampai saat ini belum ada tanda atau maklumat tentang berakhirnya Covid-19. Oleh karenanya kita patut bersyukur pada malam ini kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat mengikuti perayaan natal,” ucap Syarwani kepada benuanta.co.id, Rabu 29 Desember 2021.
Walaupun diterpa musibah non alam, dia meminta semuanya bersyukur bahwa perayaan natal tahun ini dapat berlangsung tenang aman dan damai. Dirinya pun tidak menganggap hal ini sepele, sehingga pihak meminta tetap waspada dan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan dalam ibadah perayaan natal.
“Suasana natal, sebagaimana yang dirasakan oleh umat kristiani saat ini adalah suasana yang penuh damai dan penuh kerukunan dan sesungguhnya. Juga merupakan cita-cita kita semua untuk menciptakan suatu tatanan yang penuh damai, adil dan harmonis,” jelasnya.
Dalam momen natal itupun dia meminta dapat saling melengkapi, menciptakan keharmonisan, saling memaafkan dan membina kerukunan serta kedamaian antar umat didalam bermasyarakat. Pasalnya masyarakat yang ada di Bulungan memiliki kemajemukan.
“Kita adalah bangsa yang majemuk terdiri dari suku, agama, etnis, bahasa dan budaya. Tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu, kecuali dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, serta saling menghargai perbedaan masing-masing,” bebernya.
Selain itu dia meminta agar semua masyarakat untuk membangun semangat kebersamaan dan persaudaraan serta toleransi di antara pemeluk agama yang berbeda. Sehingga akan tercipta solidaritas dan toleransi di antara sesama pemeluk agama, dalam kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
“Saya minta tidak memandang latar belakang agama, suku, adat, pekerjaan maupun golongan, agar kita mampu menjadi pembawa damai, keadilan dan kerukunan bagi semua orang di manapun kita berada,” paparnya.
Syarwani menambahkan dalam kesempatan itupun dirinya mengajak umat kristiani dan para tokoh agama untuk dapat menjadi pelopor pemersatu bangsa. Serta menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk di dalamnya mendukung berjalannya roda pemerintahan di Kabupaten Bulungan.
“Saya minta semuanya berpartisipasi aktif dalam berbagai kebijakan dan program pemerintah, demi terwujudnya Kabupaten Bulungan yang berdaulat pangan, maju dan sejahtera,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







