TANJUNG SELOR – Setiap saat kasus positif di Bulungan terus mengalami peningkatan, bahkan saat ini Bulungan menempati urutan pertama sebagai daerah terpapar terbanyak. Yang menjadi keluhan saat ini dari tenaga medis, beberapa di antaranya fasilitas dan tempat perawatan terbatas.
“Dengan adanya peningkatan kasus positif, kita akui untuk fasilitas dan tempat masih sangat kurang dan terbatas,” ungkap Direktur Utama RSD Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor dr Suryatan kepada benuanta.co.id, Senin 4 Mei 2020.
Yang menjadi harapan saat ini adalah ruangan kelas 3 yang baru selesai pengerjaannya. Di mana saat ini masih dalam tahap renovasi untuk digunakan sebagai ruangan isolasi.
“Makanya kalau ruangan kelas 3 ini selesai rehab, maka bisa menampung sebanyak 40 orang,” bebernya.
Kemudian yang menjadi kendala, pihaknya kekurangan tenaga medis. Bahkan saat ini sudah kewalahan dalam menangani pasien Covid-19. Apalagi saat ini petugas telah merawat 34 orang yang positif.
“Tenaga medis juga kurang dan kewalahan. Ini sudah banyak keluhan. Ada 34 orang yang kita rawat dengan sif 1 hari sebanyak 3 kali, pasien lama dan baru tetap sama perlakuannya selama dia positif,” jelasnya.
Disinggung apakah akan ada pertukaran tenaga medis RSD dengan petugas medis dari Puskesmas, Dia menuturkan belum ada ke arah itu untuk pertukaran.
“Untuk roling petugas medis dari puskesmas belum kita pikirkan. Karena di puskesmas juga kewalahan karena mereka lebih ke arah tracing, perlu pikiran dan tenaga,” ucap Suryatan.
Dia mengatakan, untuk alat pelindung diri (APD) masih cukup tersedia, apalagi banyaknya bantuan yang masuk. Begitu juga masker yang sangat vital masih tersedia.
“Untuk masker saat ini ada 600 sampai 700 masker N 95, kita perkiraan cukup sampai sebulanan. Itu dari kita beli dan bantuan,” sebutnya.
“Kalau masalah limbah selama ini, kita ada pembuangan khusus dan dikelola oleh pihak ketiga. Lalu sisa kardus bekas akan dibakar,” sambungnya.
Suryatan menambahkan untuk jemaah tablig Gowa telah dilakukan swab sebanyak 2 kali. Kemudian telah dirawat selama 14 hari, tapi hasil nya masih positif. Untuk itu dilakukan beberapa cara untuk menyembuhkannya.
“Untuk mengubahnya kita lakukan kegiatan olahraga di stadion dengan pengawalan ketat dari Gugus Tugas dan pengawalan TNI Polri. Kita giring setiap hari berolahraga sore hari pukul 4,” tuturnya.
Kata dia, selain olahraga selama isolasi mereka harus beristirahat yang cukup. Kemudian makan makanan bergizi dan minum obat yang teratur.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







