Masuk Fenomena Regional, BMKG Imbau Nelayan Pantau Kondisi Alam

benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan, memantau aktifitas hujan di Bulungan cukup tinggi. Guyuran hujan yang cukup deras ini terjadi sejak dini hari hingga saat ini.

Kepala BMKG Tanjung Harapan, Abdul Haris Zulkarnain mengatakan, hujan yang turun ini merupakan fenomena regional yang secara umum terjadi.

“Kalau kami menyebutnya fenomena regional, khususnya Tanjung Selor umumnya Kaltara akan diguyur hujan ringan hingga sedang,” ujar Abdul Haris Zulkarnain kepada benuanta.co.id, Senin 15 November 2021.

Abdul menjelaskan, hujan seperti akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan dengan diselingi cuaca panas selanjutnya kembali hujan. Terlebih dalam bulan November masih dalam kategori bulan basah. Serta pengaruh dari faktor lokal berupa angin darat dan angin laut yang sangat dominan.

Baca Juga :  85 Personel Polresta Bulungan Dikerahkan Jaga Arus Mudik

“Jadi untuk 1 bulan ini kita masih dalam kategori bulan basah. Walaupun tidak hujan satu bulan penuh, karena rata-rata kita di Kaltara ini merupakan wilayah perairan,” jelasnya.

Mantan Kepala BMKG Nunukan ini menyebut, hujan yang terjadi ini juga karena faktor global, yakni La Nina. Fenomena La Nina sendiri diprediksi akan terjadi hingga Maret 2022 mendatang. Apalagi saat ini indikator La Nina sedang menanjak namun belum memasuki puncaknya.

Baca Juga :  Menangguk Seruyuk di Sungai Kayan, Warisan Leluhur Terus Dilestarikan

“La Nina memang meningkat tapi belum puncaknya. Kita perkiraan hingga Maret 2022, tetap kami pantau karena La Nina ini sifatnya tidak bisa diprediksi secara detail,” sebutnya.

Diprediksi, La Nina ke depannya bisa saja turun bisa juga naik. Pihaknya juga akan terus memantau trend La Nina perharinya. Sehingga bulan basah sendiri diprediksi hingga Maret 2022.

Baca Juga :  Bulog Bulungan Pastikan Stok Beras Aman hingga Idulfitri

Abdul Haris pun mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan lingkungan sekitarnya. Khusunya wilayah Nunukan, Tarakan dan Tanjung Selor yang kerap terjadi genangan air hingga banjir agar penyebabnya dihilangkan.

“Misalnya saluran air diperhatikan supaya tidak tersumbat dan alirannya tetap lancar,” tutupnya.

Tak hanya itu, dirinya juga berpesan agar masyarakat yang bekerja sebagai nelayan agar memantau kondisi alam seperti angin dan awan yang berpotensi hujan saat melaut. (*)

Reporter : Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *