benuanta.co.id, BULUNGAN – Kondisi ruang perawatan bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Daerah Soemarno Sosroatmodjo telah penuh dan over kapasitas. Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan berencana akan menambah ruang perawatan.
“Saat ini rumah sakit kota sudah over kapasitas, kita sudah rapat dengan Sek Ditjen P2P Kementerian Kesehatan itu kita diminta menambah lagi konversi sebanyak 40 persen,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, Imam Sujono kepada benuanta.co.id, Jumat (6/8 2021).
Saat ini Dinkes Bulungan pun telah menyiapkan tempat karantina khusus di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan untuk dijadikan penyanggah rumah sakit. Penambahan itu akan dilakukan pada ruang rawat bagian VIP ke bawah.
“Ada 58 ruang itu sudah menjadi penyanggah rumah sakit. Saat ini orang-orang yang masuk karantina khusus itu kita sudah ubah kriterianya orang positif bergejala,” ujarnya.
Bagi pasein positif Covid-19 bergejala yang sudah menggunakan tabung oksigen akan dibawa ke lokasi karantina khusus. Jika sudah stabil, pasien ini akan dianjurkan untuk menjalani isolasi mandiri.
“Tapi jika sudah mendapatkan bantuan tabung oksigen tidak stabil, barulah kita larikan ke rumah sakit,” paparnya.
“Kalau tidak kita rem begitu dengan penyanggah, maka pasien ini bisa saja di lorong-lorong rumah sakit. Tapi saat ini belum karena sudah disanggah, kemudian dibantu 4 Puskesmas sebagai penyanggah rumah sakit,” sambungnya.
Imam menjelaskan Puskesmas penyanggah seperti di Pimping itu ada 8 orang yang positif dan menggunakan oksigen. Di Puskesmas Bumi Rahayu ada 1 orang dan Puskesmas Tanjung Palas juga ada 1 orang.
Hal ini ditempuh lantaran dirinya merasa sedih ketika ada beberapa warga yang melakukan isoman meninggal dunia, bahkan di karantina khusus juga didapati adanya meninggal dunia. Dengan kondisi tersebut, dia mengakui saat ini kontroling petugas pun ikut terganggu.
“Setelah di BKPSDM sekarang ini akan dibuka lagi karantina khusus di rusunawa, ini menambah sebagai bentuk pengendalian,” tutupnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa/Ramli







