TANJUNG SELOR – Setelah dilakukan pengambilan sumpah dan dilantik menjadi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, Selasa 19 Januari 2021, Abdullatip S.H, M.H langsung melaksanakan tugas perdananya. Dia dipercaya menjadi pimpinan di PN Tanjung Selor menggantikan Benny Sudarsono.
“Tempat tugas terakhir sebelum menjabat Ketua PN Tanjung Selor adalah Wakil Ketua PN Mamuju Sulbar,” ungkap Abdullatip kepada benuanta.co.id, Selasa 26 Januari 2021.
Dia mengatakan, menjadi hakim itu sudah menginjakkan kaki hampir di seluruh pulau di Indonesia. Di antaranya hakim di PN Batang Jawa Tengah, PN Barru Sulawesi Selatan, PN Purwokerto Jawa Tengah, PN Kendal Jawa Tengah, PN Bangkinang Riau, PN Ketapang Kalimantan Barat.
“Lalu penempatan hakim pertama kali di Aceh Tenggara saat itu masih suasana panas karena masih ada GAM. Pernah juga di PN Purbalingga,” jelasnya.
Untuk program sendiri di PN Tanjung Selor menyelaraskan dari Mahkamah Agung, yakni terciptanya peradilan yang agung. Maka PN Tanjung Selor harus bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). “Bisa dipercaya dan dihargai masyarakat terutama putusannya yang tidak ada faktor X-nya,” bebernya.
Abdullatip mengatakan, untuk misinya terjadinya transparansi pengadilan, salah satunya publikasi pemberitaan yang dilandasi oleh tata krama. Pasalnya dipersidangan dianggap sebagai majelis yang dimuliakan.
“Kita bebas tapi ada tata krama saya rasa itu tidak menghalangi untuk pengambilan gambar dan sebagainya. Yang paling pokok tentunya memberikan layanan pencari keadilan yang berkeadilan. Kita tidak akan mempersulit lagi apalagi adanya permintaan uang,” paparnya.
Dalam penyelesaian perkara untuk Kelas 1B PN Tanjung Selor itu diangka 500 perkara, selalu mendapatkan peringkat 1 dan 2. Sebagai Ketua PN yang baru akan terus mempertahankan capaian peringkat tersebut. “Apa yang sudah kita capai sekuat tenaga kami akan pertahankan,” ucap Abdullatip.
Untuk zona integritas, PN Tanjung Selor menuju peradilan yang agung akan terus ditingkatkan. Karena sempat gagal di Kementerian PAN-RB, maka tahun ini akan diusahakan lagi untuk lolos mendapatkan zona integritas.
“Mohon doanya agar bisa lolos karena tak hanya nama PN Tanjung Selor yang baik tapi nama daerah ini juga,” paparnya.
Sebagai pimpinan baru, setelah berkeliling mengecek kondisi bangunan. Dirinya berharap kantornya supaya lebih nyaman lagi sehingga semua pegawai betah bekerja. Maka diperlukan penataan lagi dengan sinkronisasi anggaran yang ada. “Kita juga harap kantor nyaman supaya masyarakat juga bisa menikmatinya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







