benuanta.co.id, BULUNGAN – Jelang pembukaan Festival Sungai Kayan, kabut asap masih menyelimuti Kota Tanjung Selor, Selasa (13/10/2026). Kondisi ini menjadi perhatian warga, terlebih perlombaan perahu dayung yang menjadi ikon festival akan digelar di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat.
Festival Sungai Kayan dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Oktober 2026. Namun yang menjadi perhatian, jelang pelaksanaannya, kabut asap masih terlihat nyaman menyelimuti di sejumlah kawasan ibu kota Kabupaten Bulungan yang tahun ini genap berusia 236 tahun.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan soal kesiapan pelaksanaan lomba. Pasalnya, kabut asap tidak hanya berpotensi mengganggu pernapasan, tetapi juga merecoki jarak pandang.
Salah seorang warga, Aurel, mengaku mempertanyakan apakah perlombaan akan tetap berjalan jika kabut asap masih menyelimuti kawasan Sungai Kayan.
Menurutnya, jika penonton saja perlu memperhatikan kondisi kesehatan akibat kabut asap, para pendayung yang harus mengerahkan tenaga selama perlombaan tentu juga perlu mendapat perhatian.
“Iya, jadi pertanyaan juga kan. Kita yang menonton saja perlu memperhatikan kondisi kita dengan kabut asap ini, apalagi yang ikut lomba. Pernapasan mereka sama pandangan mereka jadi cukup terganggu,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Pelaksana Festival Sungai Kayan, Leni Ernalina, mengatakan kegiatan kemungkinan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Menurutnya, persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari. Selain itu, sejumlah peserta dari luar daerah juga sudah berkumpul untuk mengikuti perlombaan.
“Pelaksanaan ini kita tetap berjalan, apalagi kita sudah jauh hari mempersiapkan dan juga para peserta yang jauh sudah ready dan berkumpul. Kecuali jika memang sudah sangat parah, kita mungkin berhenti sementara dulu, bukan ditunda,” katanya.
Leni mengaku pihaknya terus memantau kondisi di sekitar lokasi perlombaan, termasuk perkembangan kabut asap yang dinilai semakin tebal di kawasan Sungai Kayan.
“Memang kami juga sudah mengecek dan kabut di lokasi sungai ini semakin tebal. Namun, ini masih bisa kita atasi. Semoga besok sudah semakin cerah,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi risiko kesehatan selama kegiatan, panitia juga berencana menyiapkan pos kesehatan di dua titik yang mudah dijangkau masyarakat.
Pos tersebut akan ditempatkan di seberang Sungai Kayan, tepatnya di kawasan Tanjung Palas depan museum, serta di Dermaga Kayan I, Tanjung Selor.
“Tentu penting juga, kita akan membuat pos kesehatannya. Itu dua tempat, baik di seberang (Tanjung Palas) depan museum dan juga di Dermaga Kayan I Tanjung Selor,” jelasnya.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti kota, antusiasme peserta untuk mengikuti perlombaan ternyata cukup tinggi. Leni menyebutkan, hingga Selasa (13/10/2026), sudah ada 128 perahu yang mendaftar. Peserta berasal dari berbagai kecamatan, bahkan ada yang datang dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).
“Yang sudah mendaftar sampai hari ini itu sudah ada 128 peserta perahu, dari berbagai kecamatan dan ada juga tetangga kita dari Berau, Kaltim, yang mendaftar dua perahu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







