benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kabupaten Bulungan kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di beberapa titik strategis, termasuk tepian Sungai Kayan dan Jalan Durian.
Kegiatan ini merupakan langkah terakhir pemerintah daerah setelah sosialisasi, himbauan, dan surat teguran diberikan sebelumnya.
Kepala Satpol PP dan PMK Bulungan, Wilson Ului, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai peraturan daerah yang berlaku, antara lain Perda Nomor 25 Tahun 2022 tentang ketertiban dan kebersihan lingkungan, serta Perda Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).
“Penertiban ini sebenarnya sudah kami laksanakan mulai hari Kamis minggu yang lalu. Saat Satpol PP melakukan penertiban, ini adalah langkah terakhir pemerintah daerah,” ujar Wilson, Rabu (8/4/2026).
Menurut Wilson, beberapa PKL di Jalan Durian menggunakan fasilitas milik pemerintah, seperti trotoar dan paret. Jika terus digunakan untuk aktivitas pencucian atau menaruh gerobak, paret bisa buntu dan memicu banjir. Penertiban ini dilakukan agar fasilitas umum dapat digunakan masyarakat secara aman dan lancar.
“Hari Kamis kita lakukan di tepian Sungai Kayan dan Jalan Durian. Beberapa PKL yang menggunakan aset pemerintah harus dibongkar. Ini bukan untuk menyulitkan, tapi untuk melindungi fasilitas umum yang dimiliki masyarakat,” jelasnya.
Menariknya, penertiban di Sungai Kayan berjalan lancar karena kesadaran warga. Mereka memindahkan gerobak bantuan pemerintah sendiri, sehingga tidak ada gerobak yang harus diangkut Satpol PP.
“Bersyukur, warga yang dipercayakan menggunakan gerobak tadi dengan sendirinya memindahkannya dari taman. Artinya, larangan pemerintah daerah diindahkan,” kata Wilson.
Wilson juga memberikan apresiasi kepada tim gabungan dari OPD, kelurahan, dan pihak terkait lain yang bekerja sama secara persuasif dalam penertiban ini. Ia berharap masyarakat tetap menjaga taman dan fasilitas umum agar tetap nyaman dan aman bagi seluruh warga.
“Harapan saya ke depan, taman tetap dijaga. Setelah PKL dibuka untuk melayani masyarakat, jangan sampai merusak fasilitas yang ada. Terima kasih atas kesadaran dan inisiatif warga,” tutup Wilson. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







