Momen Mudik Lebaran, Pelabuhan Kayan II Mulai Dipadati Penumpang 

benuanta.co.id, BULUNGAN — Arus penumpang menjelang mudik Lebaran 1447/2026 di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor, mulai mengalami peningkatan.

Lonjakan penumpang terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama pada keberangkatan menuju Kota Tarakan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjung Selor, Ujang Sunardi, mengatakan peningkatan mulai terlihat sejak Jumat hingga akhir pekan.

“Pada hari Jumat jumlah penumpang sekitar 900 orang. Kemudian hari Sabtu dan Minggu meningkat menjadi sekitar 1.200 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Kayan II,” sebutnya, Senin (16/3/2026)

Sementara itu, jumlah penumpang yang datang ke Tanjung Selor justru cenderung menurun. Pada hari yang sama, penumpang kedatangan tercatat sekitar 800 orang.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Bulungan H. Datu Muhammad Idris Wafat Saat jadi Imam Salat Magrib

“Kalau kedatangan sekitar 800 orang. Jadi total penumpang yang naik turun di pelabuhan ini sekitar dua ribuan,” ujarnya.

Menurut Ujang, kepadatan penumpang umumnya terjadi pada jadwal keberangkatan siang hingga sore hari. Namun untuk keberangkatan pagi, sebagian besar speedboat juga sudah terisi penuh.

Saat ini terdapat 23 unit speedboat yang melayani rute dari Pelabuhan Kayan II dan seluruhnya beroperasi selama masa arus mudik. “Semua speedboat beroperasi. Kapasitasnya berbeda-beda,” sebutnya.

UPP Tanjung Selor bersama Dishub Kaltara juga telah melakukan pemeriksaan kelaikan kapal atau ramp check terhadap sebagian besar armada yang beroperasi.

“Kami sudah melakukan ramp check sekitar 15 unit speedboat di Tanjung Selor. Sisanya dilakukan di Tarakan,” ujar Ujang.

Baca Juga :  Banjir Sungai Kayan Perlahan Surut

Sejauh ini, kata dia, operasional pelayaran berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca.

“Alhamdulillah sampai saat ini lancar. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan juga memastikan kondisi alur pelayaran aman dilalui,” katanya.

Jika kondisi cuaca atau alur pelayaran dinilai tidak aman, pihak pelabuhan tidak akan ragu menghentikan sementara aktivitas pelayaran.

“Kalau memang tidak memungkinkan untuk dilalui, tentu akan kami hentikan sementara demi keselamatan,” ujar Ujang.

Ia menambahkan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Prediksi ini juga dipengaruhi jadwal kapal Pelni di Tarakan yang biasanya digunakan pemudik untuk perjalanan ke luar daerah.

Baca Juga :  Tahanan Polresta Bulungan Diberi Waktu Besuk Khusus saat Lebaran

“Kemarin sempat cukup penuh karena menyesuaikan jadwal kapal Pelni. Untuk sekarang mulai sedikit landai, tapi kemungkinan masih ada peningkatan lagi menjelang puncak arus mudik,” kata dia.

Meski demikian, Ujang menilai kapasitas armada yang tersedia saat ini masih mampu menampung penumpang.

“Dengan jumlah sekitar 1.200 penumpang per hari masih bisa terlayani. Kalau memang terjadi lonjakan lagi, tentu akan kami siapkan penambahan armada,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *