TANJUNG SELOR – Kepemimpinan Gubernur Kalimantan Utara (kaltara) selama hampir 5 tahun, masih dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya Ibukota Kaltara, Tanjung Selor. Pasalnya pembangunan dirasa belum begitu menyentuh dengan kepentingan masyarakat banyak.
“Saya lihat masih belum memberikan layanan yang maksimal, khususnya pembangunan,” ungkap Arsyad, warga Sabanar Lama, Kelurahan Tanjung Selor Hilir kepada benuanta.co.id, Ahad 10 November 2019.
Salah satu keberadaan bangunan parkiran milik Pemprov Kaltara yang berlokasi di Tanjung Buyu, Kecamatan Tanjung Palas, tepatnya di seberang Pelabuhan Kayan II.
Parkiran speedboat itu dibangun sejak tahun 2016 itu hingga kini belum berfungsi. Padahal anggaran yang dikucurkan kesana berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Kaltara tahun 2015 dan 2016.
“Itu sampai menghabiskan dana Rp 15 miliar, tapi coba lihat tak pernah digunakan,” jelasnya.
Selain itu, warga lainnya Mustafa menuturkan, yang dibutuhkan warga ibukotya adalah infrastruktur jalan. Tapi masih ada jalan di dalam kawasan ibukota yang memprihatinkan. Seperti Jalan Cendana sampai saat ini masih berupa tanah, sehingga saat hujan membuat masyarakat kesulitan melintas.
“Saya cukup merasakan jalan itu berada di tengah kota. Tapi tidak pernah diaspal,” ucapnya.
Bahkan informasi yang didapatkan, ada beberapa jalan antar kecamatan yang masih terbengkalai. Contohnya yang mengarah ke Kecamatan Tanjung Palas Timur. “Banyak lubang, apalagi dari Gunung Sari menuju Sajau dan Binai,” tutupnya.(*)
Reporter : Heri Muliadi
Editor : M . Yanudin







