benuanta.co.id, BERAU – Petugas pelipat suara Pemilu 2024 di Kabupaten Berau ternyata sampai hari ini belum dibayarkan.
Adapun ratusan orang sejak 3 Januari dan selesai 9 Januari lalu di Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb, Berau sebelum telah selesai bekerja melipat sebanyak 196.063 surat suara.
Ahmad petugas pelipat suara mengeluhkan belum dibayarnya hak mereka tersebut.
“Kami hanya diberi kupon, sebagai tanda sudah sudah menyelesaikan pelipatan surat suara. Saya ada 10 kupon,” ucapnya Selasa (23/1/2024).
Ia juga mengeluhkan tidak transparannya petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau dalam mekanisme potongan pajak sejak awal.
“Setiap petugas pelipat suara yang tidak memiliki NPWP akan dikenakan potongan pajak sebesar 4 persen dan yang memiliki NPWP akan dikenakan potongan pajak sebesar 3 persen,” bebernya.
“Dari awal kami tidak diberitahu soal berapa persen potongan pajaknya,” tambahnya kepada benuanta.co.id.
Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Berau Budi Harianto mengakui kalau petugas pelipat suara belum dibayar karena anggaran yang diajukan masih dalam proses pencairan.
“Belum, infonya anggaran masih proses pencairan karena lumayan besar. Insya Allah Rabu (24/1/2024) mulai dibayarkan,” tegasnya.
Terkait dengan potongan pajak tersebut kata dia KPU Berau belum mengetahui informasi teknis lapangannya.
Namun, terkait pajak PPH untuk anggaran APBN semua sudah diatur sesuai dengan objek yang dipungut, baik secara besaran maupun jenis PPH yang dipungut.
“Kalau total anggaran saya belum tahu karena upah pelipat suara perlembar masing-masing jenis pemilihan berbeda-beda nilainya sesuai dengan peraturan dari pusat,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie
Editor: Ramli







