benuanta.co.id, BERAU – Pengerjaan rehabilitasi gedung DPRD Berau sedikit terganggu beberapa hari belakangan ini akibat masih dipakainya ruangan untuk kegiatan rapat.
Hal itu disampaikan Sekretaris DPRD Berau, Abdurrahman pasalnya biaya perbaikan gedung DPRD Berau sebesar Rp 4,4 miliar, namun dalam prosesnya belum maksimal.
“Kami paksakan ruangan tersebut tetap dipakai untuk kegiatan paripurna, mengingat kami tidak memiliki ruangan yang memiliki kapasitas lebih besar selain yang ada di lantai atas” ujarnya, Selasa (10/10/2023).
Lebih lanjut, kata dia, masih ada terdapat kebocoran yang memerlukan perbaikan di ruang rapat paripurna.
Terutama pada arena pemasangan atap dan plafon kantor yang masih belum selesai.
“Begitu pula dengan perbaikan toilet menjadi terhambat akibat adanya kegiatan yang sering dilakukan di gedung tersebut. Lalu sudah ditinjau dari kontraktornya dan mereka akan langsung memperbaiki setelah paripurna kemarin,” bebernya.
Setelah rapat paripurna, pengerjaan langsung dilaksanakan lagi, sebab menurutnya mengingat masih banyak pengerjaan yang harus dikejar dan persentase pembangunannya baru mencapai 50 persen.
“Kemudian nanti akan dipasang videotron di ruang rapat paripurna. Kami akui sejak beberapa pekan ini banyak kegiatan rapat dan membutuhkan gedung yang besar,” bebernya.
Sebab dijelaskannya Rehabilitasi gedung DPRD Berau ditarget selesai tahun ini, lebih tepatnya selesai akhir tahun sesuai dengan masa pengerjaannya.
“Mulai dari videotron, atap, plafon, toilet termasuk pengecatan di dalam gedung akan selesai pada tahun ini, dan masih terus dikebut untuk perbaikannya. Untuk saat ini sepertinya kegiatan agar berkurang, sehingga fokus pengerjaan bisa dilakukan, dan semoga saja sesuai dengan target,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie
Editor: Ramli







