Viral Menu MBG Ramadan, Disdik Tarakan: Kebijakan dari BGN

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan memberikan tanggapan terkait polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan yang ramai diperbincangkan masyarakat dan viral di media sosial.

Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha menjelaskan, pada awalnya sejumlah satuan pendidikan sempat menyarankan agar pelaksanaan MBG dihentikan sementara selama Ramadan, mengingat mayoritas peserta didik menjalankan ibadah puasa. Namun, keputusan tetap menjalankan program tersebut merupakan kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Memang dari satuan pendidikan sempat menyarankan tidak ada MBG selama Ramadan karena sebagian besar siswa berpuasa. Tapi kebijakan dari BGN menyatakan program tetap berjalan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Baca Juga :  Usulkan Menu Kering untuk MBG Selama Ramadan

Menurutnya, pelaksanaan MBG selama Ramadan mengalami penyesuaian pada jenis makanan yang diberikan kepada siswa. Menu tidak lagi berupa makanan basah, melainkan menu kering yang dapat bertahan hingga waktu berbuka puasa.

Sementara itu, terkait munculnya berbagai keluhan yang beredar di media sosial, Tamrin mengimbau para orang tua maupun masyarakat agar menyampaikan masukan melalui jalur resmi kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca Juga :  Polres Tarakan Imbau Warga Hindari Petasan dan Balap Liar Selama Ramadan

Ia menilai penyampaian keluhan secara langsung akan lebih efektif karena dapat segera ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi program. “Kami berharap jika ada hal yang kurang berkenan, disampaikan langsung ke pengelola SPPG. Semua saran tentu akan ditampung demi perbaikan pelayanan,” ungkapnya.

Selain itu, Disdik juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat bahwa MBG merupakan program prioritas nasional, sehingga evaluasi sebaiknya dilakukan melalui mekanisme yang tepat.

Menanggapi informasi mengenai adanya dapur MBG yang sempat dihentikan sementara, Tamrin mengaku belum menerima laporan resmi. Namun, ia tidak menampik kemungkinan adanya evaluasi sebagai dampak dari polemik yang berkembang.

Baca Juga :  DPRKPP Tarakan Proses 32 Unit Program Bedah Rumah APBD

“Kemungkinan ada evaluasi terhadap SPPG untuk memastikan menu yang diberikan tetap memenuhi standar gizi, meskipun dalam bulan Ramadan,” pungkasnya.

Disdik berharap program MBG sendiri tetap berjalan optimal selama Ramadan dengan penyesuaian menu, sehingga tujuan pemenuhan gizi peserta didik tetap tercapai tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *