benuanta.co.id, TARAKAN – Memperingati Hari Dharma Samudera yang jatuh setiap tanggal 15 Januari, seluruh unsur Forkopimda Kota Tarakan melakukan aksi tabur bunga di perairan Tarakan, tepatnya di depan Mercusuar Tanjung Pasir.
Komandan Lantamal XIII Laksamana Pertama TNI Edi Krisna Murti melalui Komandan Satuan Kapal Lantamal XIII Letkol Laut (P) Saharto Silaban menerangkan selain tabur bunga, peringatan hari sakral bagi TNI AL ini diiringi upacara di atas KRI Pulau Rengat. Upacara berlangsung khidmat dengan didampingi tiga kapal angkatan laut lainnya.
“Ini adalah suatu momentum tradisi Angkatan Laut untuk melaksanakan hari Dharma Samudra, di mana ada pahlawan laut memperjuangkan kedaulatan RI dari penjajah. Kita siapkan ini dengan benar dan diikuti oleh Forkopimda serta Veteran TNI AL,” terangnya, Sabtu (15/1/2022).

Adapun makna dalam memperingati hari bersejarah ini ialah mengenang semangat juang patriotisme dari pahlawan yang gugur saat memperjuangkan kedaulatan Indonesia.
“Pahlawan Kusuma Bangsa ini mendarah daging kepada penerus generasi muda untuk membangun dan menjaga kedaulatan harga diri bangsa. Unsurnya ada Kapal Angkatan Laut (KAL) Bunyu, Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Mamburungan dan Sekatak serta meminta bantuan dari armada KRI Pulau Rengat ini,” jelasnya.
Terpantau, puluhan kapal nelayan lainnya turut menyambut hangat pelaksanaan hari bersejarah ini di perairan Tanjung Pasir Kota Tarakan.
Sementara itu, Komandan KRI Pulau Rengat-771 Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso mengatakan hari Dharma Samudra ini layak untuk diperingati agar semangat juang selalu tumbuh dibenak generasi muda.
“Kami menyadari khususnya generasi muda, TNI Angkatan Laut ini tidak akan pernah bisa seperti ini tanpa beliau-beliau yang mendahului kami,” katanya.
“Sehingga kami bisa melangkah ke depan untuk kejayaan angkatan laut itu sendiri,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Hari Dharma Samudera ini ditujukan untuk memperingati peristiwa heroik yaitu Pertempuran Laut Aru antara Tentara Indonesia dengan Belanda untuk membebaskan Irian Barat pada tanggal 15 Januari 1962 di Perairan Maluku. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







