Umat Hindu di Bulungan Tidak Adakan Upacara Ogoh-Ogoh 

benuanta.co.id, BULUNGAN – Menjadi warga perantauan di Kabupaten Bulungan, umat Hindu masih begitu kental melaksanakan kegiatan keagamaannya. Walaupun tidak semua dapat terlaksana, salah satunya acara yang biasanya berjalan seusai Hari Raya Nyepi berupa Ogoh-Ogoh.

Selain keterbatasan waktu juga karena umat Hindu di Bulungan masih terbilang minim, sehingga belum bisa melakukan upacara Ogoh-Ogoh tersebut. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kaltara, Ida Bagus Sidharahardja mengatakan umat Hindu di Bulungan hanya ada 25 kepala keluarga (KK) saja.

Baca Juga :  Gorong-gorong Ambruk di Jalan Trans Kaltara Kecamatan Sekatak, Warga Dialihkan Lewat Jalur Alternatif

“Selama ini kami belum pernah melaksanakan upacara Ogoh-Ogoh itu. Tak hanya itu upacara sembahyang di laut baru bisa kita laksanakan kemarin di Pantai Cemara Desa Mangkupadi,” ujar Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Kaltara, Ida Bagus Sidharahardja kepada benuanta.co.id, Rabu 2 Maret 2022.

Dia mengatakan di Pulau Bali Ogoh-Ogoh biasanya telah dibuat jauh sebelum perayaan Nyepi. Di Bulungan acara itu belum dapat dilakukan karena kebanyakan umat Hindu ini memilki kesibukan masing-masing, ada yang menjadi abdi negara seperti anggota kepolisian, TNI dan pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga :  TMMD Buka Akses Jalan 3,5 KM di Salimbatu

“Sehingga upacara Ogoh-Ogoh yang lazimnya dilaksanakan setelah Nyepi. Kalau di Bali sendiri saya dapat info ada pembatasan, karena Covid-19 masih tinggi,” jelasnya.

Ida Bagus menjelaskan upacara Ogoh-Ogoh ini dilakukan dengan membuat patung raksasa yang nantinya diarak berkeliling desa lalu dibakar. Di Pulau Bali masing-masing desa memiliki bentuk dan makna patung yang berbeda. Ogoh-Ogoh ini sendiri gambaran roh jahat yang harus dimusnahkan. Kebanyakan untuk upacara ini patung yang telah dibuat akan di bakar.

Baca Juga :  PKL Jalan Durian–Sabanar Diimbau Tak Berjualan di Atas Drainase

“Proses arak-arakan tersebut memiliki arti yang melambangkan pertobatan ketundukan manusia akan kekuatan alam semesta yang maha dahsyat. Sedangkan Ogoh-Ogoh ini melambangkan roh jahat yang harus dimusnahkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *