NUNUKAN – Sekolah Menengah Pertama (SMP) PGRI Nunukan menggelar ujian akhir sekolah secara tatap muka pada 5 – 10 April 2021 dibagi dua sif. Ujian akhir yang dilaksanakan itu menggunakan 3 ruangan kelas dalam 1 kelas ada 10 siswa.
Kesiswaan SMP PGRI Nunukan, Impun Nukita Sari, Sp.d, mengatakan sekolah SMP PGRI Nunukan terbagi dua yakni, sekolah filial yang berada di Sei Menggaris, untuk jumlah siswanya kelas 9 sebanyak 83 orang yang saat ini melaksanakan ujian tatap muka.
“Kami melaksanakan tatap muka karena siswanya sedikit, dalam ujian juga dibagi dua sif dari jam 12.00 hingga 13.00 wita dan akan disambung sif kedua pada pukul 14.00 hingga selesai,” kata Impun Nukita Sari kepada benuanta.co.id Selasa, 6 April 2021.
Lanjut dia, dalam pelaksanaan ujian tatap muka kali ini satu mata pelajaran durasi 40 menit. Begitu juga jam keduanya 40 menit, jadi dalam satu hari di sif pertama memakan waktu 1 jam 30 menit dan begitu juga di sif berikutnya.
“Satu kali ujian ada dua mata pelajaran, dan kami tidak keluar dari ruangan akan melanjutkan ke pelajaran keduanya. Ini kami lakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 agar tidak terjadi perkumpulan,” ucapnya.
Disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Nunukan, Julaika ujian akhir bagi siswa PGRI Nunukan melaksanakan tatap muka. Namun jika melaksanakan sekolah sehari-hari dilaksanakan secara daring.
“Kami melaksanakan ujian sekolah secara daring dan luring. Luring ini hanya diikuti 2 siswa sedangkan sisanya daring sebanyak 282 orang. Ujian akhir ini sudah kami lakukan sejak tanggal 5 dan akan berakhir pada 9 April 2021,” jelasnya.
Lanjut dia, waktu mengirim soal pada pukul 07.30 wita, dan pihak sekolah memberikan waktu hingga 23.59 wita, ini dilakukan karena terkendala dengan jaringan. “Selam daring ini sering kali terkendala jaringan, kita juga sering bekerja sama dengan orang tua siswa, untuk merespon guru-guru ketika mengirim soal,” ucapnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra







