benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Absensi scan wajah berbasis online berjalan kurang efektif bagi pegawai di Pemerintahan Kabupaten Tana Tidung (KTT). Pasalnya, absensi yang mengandalkan jaringan internet itu menjadi tidak maksimal karena kurangnya akses jaringan internet di KTT.
Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Ibrahim Ali saat ini mengaku telah mengatasi permasalahan absensi scan wajah.
“Absensi wajah tidak akan kita jalankan karena ini langkah awal kita untuk berbenah absensi ASN. Tapi jika belum maksimal maka akan kita terus benahi, tapi absensi lama tetap dilakukan jika absensi baru ini terganggu jaringan,” kata Bupati Ibrahim Ali saat dihubungi benuanta.co.id, Senin (7/2/2022).
Saat ini alat absensi scan wajah baru diberlakukan dibeberapa kantor dinas yang ada di wilayah Kecamatan Tideng Pale.
“sebagai awal baru ad 14 alat yang kita sebar di masing-masing OPD, tapi ke depannya absensi scan wajah ini akan kita terapkan ke semua kantor pemerintahan,” ujarnya.
Menurutnya, absensi scan wajah akan menjadi hal yang penting bagi ASN. Sebab selama menggunakan absensi model yang lama, ASN tak bertanggup jawab kerap kali mencari celah dari kekurangan absen. Padahal selama ini TPP ASN harus dibayarkan sesuai dengan kinerja dan absensi.
“Tidak semuanya ASN begitu, tapi absensi ini kan merupakan pertangung jawaban. Pemkab tidak mungkin memberikan TPP kepada ASN yang bekerja tidak disiplin,” terangnya.
“Makanya absensi scan wajah ini kita harapkan mampu mendisiplikan ASN, agar pemerintah juga bisa memberikan TPP sesuai dari kinerja mereka. Karena jika mereka telat itu TPPnya atau gaji pokoknya akan kita potong,” tambahnya.
Kendati saat ini akses jaringan menjadi masalah utama terkendalanya penerapan absen tersebut. Ibrahim Ali tetap optimis jika absensi scan wajah ini dapat berjalan sempurna di KTT.
“Kita yakin karena KTT saat ini sedang berbenah untuk menjadi daerah yang memiliki basis pelayanan publik yang modern. Oleh karena itu penambahan tower jaringan terus kita lakukan, agar kita bisa benar-benar menerapkan pelayanan berbasis online,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







