benuanta.co.id, TARAKAN – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksikan akan terjadi lonjakan penumpang yang menggunakan moda transportasi laut di Tarakan.
Kepala Kantor PT. Pelni Cabang Tarakan, Eko Sudradjat mengatakan kenaikan jumlah penumpang pada Nataru tahun ini berkisar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Diketahui pada satu kali keberangkatan PT. Pelni dapat mengakomodir 1.400 hingga 1.500 penumpang.
Ia memperkirakan lonjakan terjadi pada 16 Desember mendatang, dengan waktu perjalanan 2 sampai 3 hari menjelang Natal.
“Momennya itu pas anak libur sekolah, dan sekarang juga permintaan tiket itu melonjak dibandingkan hari biasanya,” katanya, Rabu (14/12/2022).
Pelni sendiri menyiapkan dua armada dan satu armada perintis. Di antaranya KM Bukit Siguntang tujuan Pare-pare, Makassar, Balikpapan dan sebagian ke Nusa Tenggara Timur. Sedangkan KM Lambelu, didominasi dengan penumpang tujuan Parepare dan Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian ada juga kapal perintis, Sabuk Nusantara 97.
Eko menguraikan saat inipun pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Pelni Pusat untuk melakukan penambahan pada tiket non seat. Untuk kapasitas kapal penumpang sendiri mampu mengangkut 2.000 penumpang dengan dispensasi dari Kementrian Perhubungan 10 hingga 20 persen kapasitas.
“Yang kami minta tambahan alokasi non seat, saat ini saja masih kurang beberapa hari sudah 800-an tiket terjual. Maksimalnya koordinasi kami dengan KSOP, karena menyangkut izin berlayar sekitar 1.400 penumpang,” urainya.
Tak hanya meminta tiket non seat sebagai tambahan, pihaknya juga melakukan persiapan mulai dari pemeriksaan armada, alat keselamatan hingga uji petik di pelabuhan. Pelni juga mempersiapkan tiga sistem secara bertahap, free on board untuk sebelum penumpang naik ke kapal berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pengamanan di darat.
“Saat tiba di pelabuhan tujuan juga kami berkoodinasi dengan keamanan yang ada di sana, kami kerja sama dengan POM Angkatan Laut. Di atas kapal juga ada security khusus,” tegasnya.
Eko melanjutkan syarat perjalanan penumpang diwajibkan vaksin booster pada usia di atas 18 tahun dan usia 6 tahun hingga 17 tahun wajib vaksin 2. Jika tidak memenuhi syarat tiket keberangkatan tidak akan dapat dicetak.
“Karena aplikasi Pedulilindungi sudah terintegrasi dengan Pelni, sehingga kalau belum mendapatkan vaksin sesuai persyaratan, tiket tidak bisa tercetak,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







