benuanta.co.id, TARAKAN – Persoalan jalan rusak dan berlubang akibat dilintasi berbagai jenis kendaraan dengan muatan lebih, turut dirasakan masyarakat daerah Tarakan Timur yang menanti perbaikan Jalan Aki Balak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan Fandariansyah menilai bahwa sepanjang tahun 2022 perbaikan jalan umum di Tarakan mencapai angka 85 persen.
“Proyek perbaikan jalan yang terselenggara di tahun ini sudah mencapai 85 persen. Sedang 15 persen lainnya hanya perlu dilakukan finishing. Insha Allah terkejar. Seperti tahun-tahun lalu. Ini ada kegiatan perbaikan jalan, saluran dan sebagainya ini semua on progres,” ujarnya Senin (7/11/2022).
Bahkan pengerjaan jalan lingkungan yang berada di Kelurahan Karang Balik telah terselesaikan agregat satu Minggu lalu.
“Kalau dihotpick Insha Allah tahun depan melalui anggaran dana alokasi khusus (DAK),” ujarnya.
Pada pengerjaan hotpick masih dalam pembahasan sehingga jumlah anggarannya masih belum diketahui pasti karena masih dalam tahap pembahasan.
“Nanti jalan itu single years. Tapi sekarang di agregat, kalau kendaraan lalu lalang udah aman,” ucapnya.
Kemudian untuk perbaikan jalan yang masih dalam proses pengerjaan di tahun ini dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Seperti Jalan Pulau Kalimantan, jalan yang terdapat di Mamburungan, Jalan Aku Balak. Kami fokusnya pada peningkatan jalan. Tapi jalan pun ada yang dilakukan teman-teman lain yang sifatnya semenisasi itu kebetulan ada di OPD lain. Kalau kami sesuai saja baik kualitas dan luasan,” bebernya.
Sementara itu, salah satu Warga Tarakan, Akbar menambahkan bahwa akses jalan yang paling prioritas untuk dibenahi saat ini yaitu Jalan Aki Balak.
“Sebab ini jalan Aki Balak penghubung antar Tarakan Barat, dan seluruh Tarakan Utara ke pusat kota. Karena selama ini alasannya selalu soal anggaran,” ucapnya.
Pihaknya juga berharap Pemkot Tarakan bisa menempatkan posisi Jalan Aki Balak di urutan prioritas.
“Ya karena meski kondisi agregat jalan saat ini sudah berlubang kembali, namun mobilitas di jalan tersebut tetap padat. Apalagi saat pagi dan sore hari hingga berdebu,” tuturnya.
Kemudian ia menilai meski Jalan Ak Balak sudah agregat, lokasi tersebut sering macet karena pengendara yang melalui jalan tersebut melaju dengan cepat.
“Rata-rata warga selalu lewat jalan ini laju bawa kendaraan. Meski sudah agregat tapi suatu waktu bakalan berlubang lagi. Saya harap pemerintah bisa tindak cepat perbaikan jalan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Yogi Wibawa







