benuanta.co.id, TARAKAN – Sebagai langkah antisipatif terhadap bencana alam, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, melakukan pemetaan wilayah longsor sejak tahun 2018 silam.
Pemetaan ini dibuat seperti pemasangan plang rambu-rambu di lokasi rawan longsor seperti Karang Anyar, Sebengkok, Kampung Satu, Gunung Selatan dan lainnya.
“Kita sudah kasih warning dan beberapa kali kejadian juga,” kata Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, Rabu (12/10/2022).
Meski sudah peringatkan berulang kali, namun masyarakat tak dapat semerta-merta pindah begitu saja. Tentu harus ada persiapan panjang sebelum masyarakat pindah tempat tinggal.
“Tempat untuk relokasi dan juga rencana anggaran kemudian permasalahan sosial juga masyarakatnya cocok tidak di lokasi baru begitu,” ujarnya.
Selain memberikan imbauan, terdapat pula bantuan yang pihaknya berikan untuk korban tanah longsor. Seperti bantuan stimulan yang sudah pihaknya anggarkan.
“Kalau yang permanen kan diprasarananya PUPR, kalau kita sementara saja memberikan bantuan kayu untuk menahan sementara,” imbuhnya.
Sementara untuk bencana kebakaran sendiri pihaknya juga telah melakukan pemetaan di antaranya wilayah Pantai Amal dan Juata Laut. Kebakaran dipetakan ini masuk dalam kategori pembukaan lahan.
Lebih jauh Yonsep menerangkan, bencana banjir masih menjadi langganan di wilayah Karang Anyar, Kampung Satu dan Sebengkok.
“Tapi banjir di Tarakan ini tidak seperti wilayah lain yang sampai berhari-hari, lebih ke penggenangan. Karena sudah gundul (hutannya) di atas begitu hujan ditambah pasang air laut,” sebutnya.
Yonsep juga mengimbau agar masyarakat tak melulu melakukan pembangunan di wilayah yang rawan untuk longsor serta menimbulkan banjir.
“Jangan membangun (rumah) di pesisir sungai lah supaya tidak menghambat aliran air itu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







