benuanta.co.id, TARAKAN – Wacana Pemerintah Tarakan memasukkan kegiatan Iraw Tengkayu sebagai Top 100 kalender event nasional pariwisata, tampaknya telah membuahkan hasil. Masuknya Iraw Tengkayu ini tak lagi akan digelar dua tahun sekali, namun Pemerintah Kota Tarakan akan terus menggelar Iraw Tengkayu setiap tahunnya.
Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan terdapat perbedaan pada pagelaran Iraw tahun ini. Setelah vakum 2 tahun akibat pandemi Covid, rangkaian acara didesain sedemikian rupa untuk memeriahkan acara budaya khas suku Tidung itu.
“Kalau dulu kan biasamya 2 hari rangkaian, pawai besoknya penurunan padau. Tapi kalau ini kita rangkai dengan pekan budaya, bahkan kalau bisa kita rangkai terus dengam inovasi yang ada,” katanya, Kamis (6/10/2022).
Adapun rangkaian Iraw Tengkayu ini berjalan mulai tanggal 1 hingga 8 Oktober. Pada tanggal 1 hingga 5 Oktober merupakan pekan budaya dan olahraga di kawasan wisata Taman Berlabuh, tanggal 6 oktober pawai budaya, 7 hingga lomba permainan dan olahraga tradisional di kawasan wisata Ratu Intan Pantai Amal, dan tanggal 8 penurunan padau tujuh dulung di kawasan wisata Ratu Intan Pantai Amal.
“Hal inikan juga membangkitkan UMKM, karena selain ada pagelaran olahraga ada juga pagelaran makanan tradisional. Harapannya promosi ke luar daerah juga jadi lebih baik,” bebernya.
Lebih jauh ia mengungkapkan, sudah mulai terdapat turis atau wisatawan asing yang datang ke Tarakan untuk sekedar liburan atau menyaksikan rangkaian acara parade budaya Iraw Tengkayu. Meski belum melihat data konkrit jumlah wisatawan asing tersebut hal ini cukup membanggakan.
“Ini baru lokalan yang kita undang untuk ikut parade budaya, ke depan bisa kita undang dari luar negeri minimal negara asean, atau di wilayah borneo dulu. Alhamdulillah saya kira tinggal 2 hari besok dan lusa puncak acara,” ungkap orang nomor satu Tarakan itu. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







