benuanta.co.id, TARAKAN – Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) kerap kali terjadi di Kota Tarakan. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan mencatat, selama tahun 2021 kemarin kecelakaan mengalami peningkatan.
Kasat Lantas Polres Tarakan, Iptu Rully Zuld Fermana melalui Kanit Laka Aiptu Riyanto, menjelaskan bahwa peningkatan ini terjadi karena kondisi jalan yang banyak berubah. Berdasarkan hasil analisis Satlantas Polres Tarakan, daerah rawan laka lantas dominan terjadi di daerah Jalan Aki Balak hingga Jalan P Aji Iskandar.
“Khususnya Jalan Aki Balak sampai Aji Iskandar, karena kondisi jalannya juga ya di sana, dalam hal ini PU nanti kita kabari karena kebanyakan jalan berlubang. Pantai amal juga sering, Kampung Satu hampir semua juga rawan, kalau dirinci paling banyak di area Aki Balak itu,” ujar Riyanto saat ditemui benuanta.co.id, Jumat (31/12/2021).
Sementara itu, terdapat pula empat faktor yang menjadi penyebab kecelakaan. Di antaranya faktor manusia, alam, jalan dan kendaraan.
“Jalan Yos Sudarso sampai Mulawarman itu kan bagus, tapi faktor manusianya yang nggak bagus makanya ada saja laka lantas di situ,” katanya.
Riyanto menegaskan pemicu kecelakaan juga 80 persen didominasi faktor kelalaian pengendara. Sisanya disebabkan oleh jalan dan kendaraan.
“Sering berkendara melamun, tidak jaga jarak, belok pun tidak konsentrasi dan bisa saja nabrak lubang, hewan gitu kan dan ada juga karena terobos lampu merah terus kecelakaan,” tegasnya.
“Faktor kendaraan seperti ban gundul, rem tidak makan, atau kendaraannya masih baru jadi stangnya masih kaku,” tambahnya.
Hal ini cukup disayangkan oleh tim Satlantas Polres Tarakan karena saat kecelakaan terjadi dan diselidiki, kecepatan berkendara juga menjadi pemicu kecelakaan.
“Kecepatan itu rata-rata kalau di Tarakan 40 kilometer, tetapi pas ditemukan dan kita cek rata-rata 60 kilometer ke atas semua,” pungkasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







