3 Sesar Aktif Kalimantan, BMKG: Potensi Tsunami Itu Ada

benuanta.co.id, TARAKAN – Selama 2021, BMKG mencatat terjadi 8 kali gempa di Kaltara. Bahkan, gempa ketujuh dan kedelapan kali terjadi di penghujung tahun kemarin.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi menjelaskan, terdapat tiga sesar aktif yang berada di wilayah Kalimantan. Ketiga sesar tersebut di antaranya Sesar Meratus, Sesar Mangkalihat dan Sesar Tarakan.

“Sesar Meratus ini posisi nya ada di wilayah Kalimantan Selatan, kemudian sesar Mangkalihat memanjang dari Maratua melewati Tarakan ke Malaysia dan Sesar patahan Tarakan memanjang dari Barat pulau Tarakan ke Timur Tarakan,” jelasnya, Sabtu (1/1/2022).

Baca Juga :  Bandara Juwata Tarakan Buka Posko Angkutan Lebaran 2026

Dikatakan Khilmi, ketiga sesar aktif ketika bergerak akan menimbulkan getaran yang disebut gempa bumi dengan kekuatan yang besar. Namun, gempa yang baru-baru saja terjadi diakibatkan oleh sesar kecil yang belum memiliki nama.

“Di samping tiga sesar aktif ada sesar-sesar lokal yang belum diberi nama, itulah yang bergerak mencari posisinya yang nyaman tapi gerakan itu yang menyebabkan manusia panik,” katanya.

Khilmi menerangkan secara umum Kalimantan berada di ring 3 dalam potensi gempa. Dibandingkan wilayah Indonesia lainnya, Kalimantan sangat minim gempa bumi yang bisa menimbulkan tsunami.

Baca Juga :  Parade Musik Sahur 2026 Tarakan Meriah, Ratusan Peserta Ramaikan Jalan Kota

“Kalau ring 1 itu cincin api, jadi memang potensinya sangat besar. Tapi perlu diwaspadai juga, jika gempa bumi di Kalimantan Utara mencapai skala besar seperti yang terjadi tahun 2015 yaitu 7 koma skala ritcher potensi tsunami itu ada,” terangnya.

Menurutnya, gempa bumi ini terjadi dikarenakan bumi yang terus menerus melakukan rotasi. Sehingga, lempeng-lempeng bumi juga bergerak mencari posisi diantara lempeng lainnya.

“Ketika satu dengan yang lain menekan tentu akan mencari posisinya yang nyaman, dan ketiga bergeser pun lempeng ini melepaskan energi karena saling bergesekan, inilah yang menyebabkan aftershock gempa-gempa tadi,” tukasnya.

Baca Juga :  Prediksi Cuaca Tarakan Momen Lebaran, Diperkirakan Hujan Ringan–Sedang

Dalam hal ini BMKG juga dapat memberikan prediksi potensi gempa bumi. Namun, hingga saat ini BMKG belum memiliki alat pendeteksi suatu wilayah jika akan terjadi gempa.

“Kalau potensi bisa, tapi kalau prediksi kita belum sampai ke sana dan mudah-mudahan BMKG di seluruh Indonesia mampu memiliki alat itu dan mudah-mudahan juga bisa mendeteksi gempa,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *