Kreatif, Pemuda Ini Sulap Barang Bekas Jadi Pernak-pernik Natal

benuanta.co.id, TARAKAN – Barang bekas terkadang tak memiliki nilai ekonomis bisa saja berakhir di tempat sampah. Namun di tangan kreatif Riza Yohanes Padatu, seorang jemaat gereja GPT Kristus Ajaib Kelurahan Kampung Enam ini mampu menyulap barang tak terpakai menjadi pernak-pernik Natal ciamik.

Melalui barang bekas, pria 31 tahun tersebut membuat karya sederhana yakni boneka salju dan pohon natal dalam menyambut perayaan Natal tahun ini.

Dalam prosesnya, Riza, begitu sapaan akrabnya mengaku tak butuh waktu lama mengubah barang bekas menjadi hiasan Natal. Saking kreatifnya, karya tangannya itu selalu menarik perhatian jemaat untuk dijadikan objek foto ketika beribadah di gereja GPT Kristus Ajaib Kelurahan Kampung Enam.

Baca Juga :  Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Kota Tarakan

“Saya membuat boneka salju ini bahanya dari drum, bola balon dan botol. Balonnya itu sudah beberapa tahun lalu sih, dari bola dunia (globe). Karena berhubung sudah tidak terpakai jadi kita pakai lah untuk kepalanya itu,” kata Riza, (24/12/2021).

Pria kelahiran Ambon 31 Juli 1990 tersebut menerangkan tak hanya sekali berkreasi dan menunjukkan bakat kerajinan tangannya itu. Pada perayaan Natal sebelumnya juga Riza selalu berupaya membuat karya untuk menghadirkan ikonik Natal.

Baca Juga :  Gempa M2,7 di Utara Tarakan, BMKG: Dipicu Sesar Aktif, Tidak Berbahaya

“Sebelumnya pernah buat pohon Natal dari korek api dan tali rapia jadi rantingnya. Sejak itu saya terobsesi membuat sesuatu jelang Natal. Kalau pohon natalnya, saya buat dari kaleng susu beruang. Tiba-tiba saja munculnya, duduk-duduk langsung kepikiran mau buat begitu. Soalnya setiap hari di kantor minum susu beruang, jadi kalengnya saya ambil saya manfaatkan untuk (pernak-pernik) Natal,” terangnya.

Riza ini juga memiliki filosofis tersendiri dalam memaknai boneka salju dan pohon natalnya sebagai suatu apresiasi dan bentuk syukur dari segala ciptaan Tuhan. Karena Riza meyakini segala sesuatu yang diciptakan memiliki fungsi dan kegunaan yang bernilai.

Baca Juga :  Makna Catur Brata Penyepian, Esensi Pengendalian Diri dalam Nyepi 2026

Selain itu, menurutnya dengan rasa bahagia dan cinta membuat manusia akan merasa berharga dalam kondisi apapun. Seperti benda bekas yang berhasil disulap menjadi benda bernilai dari perasaan bahagia.

“Karya pohon Natal dan boneka salju juga memiliki makna bahwa tidak ada sesuatu yang diciptakan tanpa fungsi. Meskipun barang tersebut barang bekas namun dengan kreatifitas akhirnya kita bisa memanfaatkannya menjadi sesuatu yang berharga itulah nilai dan pesan Natal yang saya berikan tahun ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *