benuanta.co.id, TARAKAN – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjanjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Kunjungan itu bagian dari tinjauan penanganan Covid-19.
Tiba di VIP Lanud Anang Busra pukul 11.40 WITA, Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan selanjutnya menggelar pertemuan bersama Forkopimda se Kaltara dan meninjau pelaksanaan tracer menggunakan aplikasi digital yakni Silacak dan Inarisk.
Agenda tersebut dilangsungkannya dengan tatap muka bersama Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH.,M.Hum dan kepala daerah Kabupaten/Kota se Kaltara di Lanud Anang Busra.
Orang nomor satu di TNI ini menekankan pentingnya efektivitas Tracer dalam penanganan Covid-19 di daerah. Hal itu menjadi arahannya kepada Forkopimda, TNI-Polri dan semua pihak dalam sambutannya.
“Seluruh komponen harus terlibat, kerja bersama termasuk individu dalam penanganan Covid-19 ini,” ungkapnya pada Jumat, 6 Agustus 2021.
Disampaikan Marsekal TNI Hadi Tjanjanto saat di Crew Room Lanud Anang Busra, bahwa pihaknya sudah melaksanakan rapat terbatas terkait dengan penanganan Covid-19 dan berupaya untuk menekan laju penularan Covid-19.
Kata dia, faktor dari 3M, 3T dan vaksinasi itu membuat laju penularan turun, pada bulan Mei 2021 kita di kagetkan dengan Varian baru, di Cilacap terdapat 3,35 artinya penularan lebih cepat dari Wuhan.
Mengenai aplikasi Silacak dan Inarisk, Panglima TNI mengarahkan agar dilakukan secara maksimal di Kaltara dan pihaknya bakal mengupayakan dukungan agar berjalan lancar.
“Kita akan lihat pelaksanaan di lapangan, nanti akan kita bantu laptop, namun harus dengan jaringan yang bagus di Kalimantan Utara agar pelaporan kegiatan dapat dilaporkan dengan lancar,” jelas Marsekal TNI Hadi Tjanjanto.
“Setelah menerima kasus konfirmasi kita masukkan ke aplikasi, akan ada nomor yang tercantum di sana dan alamatnya dimana, disitu akan kita wawancara dengan beberapa pertanyaan, seperti bepergian kemana dan bertemu dengan siapa dengan treatmentnya yang berbeda,” lanjutnya.
Dirinya menekankan perlunya komunikasi yang baik untuk bisa meyakinkan masyarakat dalam melakukan tracer. “Kita harus laksanakan entri tes apabila hasilnya negatif tetap melaksanakan isolasi mandiri selama 5 hari,” imbuhnya.
Apabila hasilnya reaktif, pinta dia harus dimasukkan ke Isolasi Terpusat, sehingga upaya memberi pemahaman dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangatlah diperlukan.
Melalui agenda tersebut, pun dilaksanakan Penyerahan Bantuan 40 unit Oksigen Concentrat dari Panglima TNI dan Kapolri kepada Gubernur Kalimantan Utara dan Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







