TARAKAN – Merebaknya pandemik Covid-19 selama setahun tentu menurunkan daya beli masyarakat yang membuat sebagian besar sektor usaha semakin dilema dan berupaya keras mencari cara tetap berlanjut. Hal ini terasakan juga oleh sebuah Kedai La Galigo yang mensiasati cara terbaik untuk tetap berlanjut dimasa-masa sulit.
Kedai kopi La Galigo yang beralamatkan di Jl.Kusuma Bangsa, Kelurahan Lingkas Ujung menjadi destinasi yang tak asing bagi kalangan milenial hingga lintas generasi. Pasalnya, kedai yang didirikan oleh Herman ini melibatkan tak sedikit memperkerjakan anak muda dan giat berkolaborasi dengan komunitas-komunitas sosial.
Kendati demikian, Herman juga beberkan nasibnya bersama tim untuk berinovasi ditengah sulitnya ekonomi masyarakat akibat pandemi.
“Selama pandemi ini terasa sekali dampaknya ke sektor usaha. Usaha besar, sedang bahkan kecil semuanya mengeluh karena sepi konsumen. Saat ini ya kami harus menyesuaikan seperti penyesuaian harga ke konsumen biasanya kita kasi promo, diskon dan pasokan bahan yang dulunya kita datangkan dari Jawa sekarang dari dalam daerah, yang penting tidak menurunkan mutu produk,” terang Herman kepada Benuanta.co.id pada Kamis, (04/03/2021).
Kata dia, walaupun tak sungkan untuk berinovasi pihaknya tetap beracun pada Standar Operasional Prosedur (SOP). Herman memastikan bahwa dalam pembuatan kopi dan sajian minuman lainnya telah dikalibrasi sesuai ketentuan bahan penunjang.
“Mutu kita harus tetap baik dan terjaga. Karena konsumen itu sensitif dengan perubahan rasa, mereka pasti sadar,” sambungnya.
Kedai yang sudah beroperasi selama kurang lebih 2 tahun ini, akui pihaknya tetap menciptakan iklim kerja yang humanis bagi karyawannya.
“Menjadi kebanggan bagi kami ketika ada rekan-rekan yang ingin bergabung dan bertahan bersama kami. Kami menganggap mereka bukan karyawan tetapi partner yang berjuang bersama. Alhamdulilah, untuk kesejahteraan mereka tetap kami prioritaskan,” imbuhnya.
Kedai yang berani melebarkan usahanya di beberapa titik dan jenis produk ini juga berkolaborasi dengan para pengusaha kopi lainnya. Herman beberkan bahwa dirinya selalu mencari hal yang baru, namun tetap dibutuhkan oleh konsumen.
Hingga saat ini, La Galigo juga membuka stand di area kumpulan Cafe depan STB, Jl. Kusuma Bangsa.
Tak hanya memproduksi bahan baku, pihaknya juga memasok bahan baku ke pengusaha kedai kopi lainnya.
“Kami berusaha untuk mengistimewakan pelanggan dengan inovasi dan mutu produk yang baik. Seperti stand kami yang di depan STB, kami juga barengan dengan rekan yang memasarkan burger,” sebut Herman.
La Galigo pernah dipercayakan Pemerintah Kota Tarakan untuk menjadi pelatih pembuatan kopi di Balai Latihan Kerja. Bagi dia, ada keunikan dari usaha kopi yang dimilikinya karena hingga masa kini kopi menjadi Trend bagi semua kalangan.
“Tidak sulit untuk berinovasi di usaha kopi. Karena sekarang kopi ini melekat dengan kebutuhan anak muda hingga orang tua. Kedepannya kami ingin berinovasi lagi dalam pengemasan kopi jadi bisa kami pasok ke supermarket dan cafe untuk dipasarkan,” ujar pria yang telah melalang buana di sektor usaha menengah.
“Kami berharap pemerintah juga memperhatikan sektor usaha kopi dan usaha menengah lainnya. Karena di masa pandemi seperti ini, usaha menengah yang masih terjangkau dengan kantong masyarakat,” tandas Herman.(*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







