Awal Maret, Target Vaksinasi Gelombang Kedua di Tarakan

TARAKAN – Vaksinasi Gelombang kedua ditargetkan berlangsung di awal bulan Maret mendatang. Adapun persiapan dan pertimbangannya berupa proses pendataan penerima vaksin dari kalangan pelayan publik, keterbatasan stok vaksin di Bio Farma dan kedatangan vaksin menuju Kota Tarakan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) beberkan pihaknya sementara koordinasi dengan instansi pelayanan publik perihal data penerima vaksin.

“Vaksinasi kedua itu tertuju pada pelayan publik seperti TNI/Polri dan ASN. Saat ini kita sedang meminta data sasaran. Semua itu tergantung ketersediaan vaksin yang ada di Bio Farma. Kemungkinan Tarakan pelaksanaannya di awal Maret”, terang Irwan kepada Benuanta.co.id.

Saat dikonfirmasi oleh Benuanta.co.id pada Minggu, (14/02/2021) pihaknya juga mempertimbangkan kebijakan Pemerintah Pusat yang kerap berubah-ubah terhadap vaksinasi ini.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menghimbau Dinkes untuk koordinasi dengan instansi terkait perihal data sasaran penerima vaksin gelombang kedua.

“Surat masuk dari Kemenkes itu hari Rabu, (10/02/2021), kita diintruksikan untuk mengumpulkan data-data sarana dari instansi pelayanan publik. Kemudian hari Kamis, (11/02/2021) kami telah bersurat ke instansi ASN, TNI/Polri untuk memberikan data penerima vaksin, namun sampai saat ini belum di konfirmasi kepada kami”, lanjut Irwan.

Menurut Irwan, sewaktu rapat virtual bersama Kemenkes telah dipastikan keterbatasan jumlah Vaksin di Bio Farma.

Kata Dia, setelah pihaknya mengumpulkan data sasaran nantinya akan di serahkan kepada Kemenkes. Kemudian terkait jumlah vaksin yang akan dikirimkan, tentunya akan lebih sedikit dari pada jumlah yang diajukan.

Lanjut terpisah, Dinkes menyampaikan bahwa vaksnasi tenaga kesehatan sementara masih berjalan.

“Vaksinasi tenaga kesehatan sudah berjalan diatas 50% dari jumlah nakes. Karena ada beberapa syarat dan kendala seperti kondisi kesehatan dan pernah terkonfirmasi Covid-19. Ada juga yang tenaga kesehatan yang menolak divaksin dengan beberapa alasan, namun jumlahnya tidak banyak”, tegas Kabid P2P.

Tak hanya itu, dirinya juga memastikan fasilitas yang melakukan vaksinasi dalam keadaan lancar.

Diketahui, Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang melayani Covid-19 itu ada 15 diantaranya Enam Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tarakan, Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr Ilyas Kota Tarakan, Rumah Sakit Pertamedika Tarakan.

Irwan pun menghimbau pihak pelayan publik yang akan divaksin harus sesuai kriteria kesehatan yang nantinya akan dilakukan screening oleh tenaga vaksinator.

“Pertema kondisi harus sehat dulu, nanti kalau ada penyakit penyerta kemudian alergi obat segera disampaikan kepada tenaga vaksinator. Nanti juga akan di screening apakah memenuhi syarat untuk divaksin”, tutupnya.(*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *