Pelarangan Masuk Arab Saudi, 649 Calon Jemaah Umroh Tarakan Tertunda Berangkat

TARAKAN – Semenjak Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan aturan menutup penerbangan dari 20 negara termasuk Indonesia, berdampak pada ratusan calon jemaah umroh dari Kota Tarakan yang tertunda berangkat.

Aturan tersebut dikeluarkan mulai hari Rabu, 3 Februari 2021 sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Terdapat 20 negara yang tidak diperkenankan masuk ke Arab Saudi yakni Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Republik Indonesia, Irlandia. Lalu Italia, Pakistan, Brazil, Portugis, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis.

Baca Juga :  BPOM Tarakan Intensifkan Pengawasan Kue Lebaran, UMKM Diminta Cantumkan Label P-IRT

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Tarakan memandang upaya yang diambil Arab Saudi merupakan langkah yang tepat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di kancah dunia.

“Ini semua ada hikmahnya, kita harus bersabar dan berdoa supaya pandemi Covid-19 bisa berakhir. Semua ini ketentuan dari Allah. Kami himbau kepada calon jemaah umrah dan haji untuk selalu menjaga kesehatan serta mempelajari kaidah haji melalui buku saku yang kami bagikan”, ungkap H. Muhammad Aslam kepada Benuanta.co.id pada Jumat, 5 Februari 2021.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, BPOM Tarakan Siapkan Pengawasan Parsel

Pihaknya sementara terus berkoordinasi dengan Kemenag RI perihal penundaan keberangkatan umrah dan haji ditengah pandemi ini.

“Kami membuka ruang koordinasi bagi calon jemaah dan juga travel bila ada yang ingin diperjelas”, sambungnya.

Berdasarkan informasi dari Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kota Tarakan, terdapat 649 calon jemaah umrah yang tertunda berangkat di Kota Tarakan.

“Tarakan Utara 60 orang, Tarakan Timur 114 Tarakan Barat 218, Tarakan Tengah 257 Orang, jadi ada 649 calon jemaah umrah yang masih tertunda berangkat”, lanjut Aslam.

Baca Juga :  Rute ke Pantai Amal Dibuat Satu Jalur saat Libur Lebaran

Dirinya menjelaskan sejak akhir tahun 2019 keberangkatan haji dari Indonesia telah dihentikan sementara karena pandemi.

Sedangkan keberangkatan umrah terakhir berangkat pada Februari 2020.

“Jadi untuk sementara waktu kita tunda, sambil menunggu kondisi pandemi bisa terkendali dengan aman. Kemudian, saat ini pendaftaran umrah pun tidak bisa dilanjutkan”, tuntas Aslam.(*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *