TARAKAN – Jembatan penghubung kelurahan Selumit Pantai dan Karang Rejo sempat ambruk pada Senin (14/12/2020). Jembatan yang belum rampung tersebut diduga ambruk akibat tersenggol perahu warga.
Hal ini disampaikan oleh Bustang, kontraktor sekaligus perwakilan PT. Lidy’s Artha Borneo yang bertanggungjawab atas proyek jembatan bongkok di kelurahan Selumit Pantai tersebut.
“Permasalahan utamanya ada di perancah, berdasarkan saksi warga perancahnya sempat diserobot nelayan, setelah perancahnya roboh ada yang melihat bahwa sebelumnya ada di tabrak oleh nelayan,” ujar Bustang saat diwawancarai.
Dijelaskan Bustang, tubrukan dari perahu mempengaruhi kekuatan dari perancah itu sendiri, jadi pada saat pekerja bangunan ingin memulai aktifitas pengecoran, bagian tengah jembatan roboh.
“Di sungai itu digunakan sebagai lalulintas perahu oleh warga sekitar, sehingga saat pembangunan kami juga menyiapkan ruang untuk perahu melintas, namun ternyata ada yang sedikit menabrak perancah jembatan,” terangnya.
Pihak PT. Lidy’s Artha Borneo segera merumuskan masalah jembatan tersebut dengan pihak terkait, Kementerian PU, konsultan, kontraktor, begitu juga kelurahan, kecamatan, serta ketua RT.
“Pada saat rapat, kita meminta untuk menutup akses sungai pada saat pembangunan, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi, struktur jembatan tidak ada yang kurang, namun perancahnya saja yang berkurang kekuatannya karena ditabrak,” pungkasnya.
Bustang menambahkan, malam sebelum jembatan rubuh, pekerja lembur sebanyak 40 orang di atas jembatan tidak ada masalah sama sekali, namun pada siang hari ambruk.
“Seharusnya secara struktur, tanggal 20 desember 2020 sudah selesai, kita memberikan kesempatan kepada seluruh warga untuk mengeluarkan perahunya, karena kita akan menutup akses sungai.
“Kita targetkan selama 1 bulan jembatan akan rampung, dan kejadian yang sama semoga tidak akan terulang lagi, seluruh tukang sudah bekerja dengan baik dan sesuai,” tutupnya.(*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli







