Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Dapur Rumah Warga Mamburungan

benuanta.co.id, TARAKAN – Angin kencang yang terjadi pada pagi hari menyebabkan sebuah pohon akasia berukuran besar tumbang dan menimpa rumah warga di RT 1, Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Yonsep, mengatakan pohon tersebut menimpa bagian dapur rumah milik warga bernama Sudori. Akibat kejadian itu, bagian rumah mengalami kerusakan yang diperkirakan mencapai 20–25 persen. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Rusak berat. Bagian dapurnya tertindih pohon,” ujarnya.

Menurutnya, saat pohon tumbang, pemilik rumah bersama keluarganya berada di dalam rumah. Namun, karena pohon menimpa bagian dapur, tidak ada anggota keluarga yang dilaporkan menjadi korban. Meski begitu, kondisi bangunan tetap perlu diperhatikan karena benturan pohon turut mengganggu bagian atap dan berpotensi memengaruhi struktur bangunan.

Baca Juga :  57 Titik Karhutla di Tarakan, 82 Hektare Lahan Terbakar Sejak Juli hingga September

BPBD Tarakan telah mengerahkan delapan personel untuk menangani kejadian tersebut. Proses penanganan masih berlangsung karena ukuran pohon cukup besar dan membutuhkan kehati-hatian saat proses pemotongan serta evakuasi. Sementara itu, estimasi kerugian material masih dihitung oleh tim terkait.

Yonsep menyebutkan, kejadian pohon tumbang bukan kali pertama terjadi di Tarakan. Pada September lalu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di kawasan Juata Laut. Namun, kejadian di Mamburungan kali ini menjadi perhatian karena pohon langsung menimpa rumah warga, berbeda dengan kejadian sebelumnya yang berdampak pada akses jalan.

Ia menjelaskan, pohon akasia termasuk jenis pohon yang perlu diwaspadai karena memiliki tajuk dan ranting yang cukup rimbun. Ketika hujan membasahi dedaunan dan ranting, beban pohon bertambah. Kondisi tersebut, ditambah angin kencang, dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, terutama jika kondisi perakaran dan posisi batang tidak cukup kuat menopangnya.

Baca Juga :  Penyakit ISPA di Tarakan Tembus 777 Kasus, Meningkat 61,5 Persen Sepanjang Karhutla

“Kalau secara kasatmata sebenarnya bisa diketahui dari kemiringan pohon, rimbunnya, dan kalau pohon itu berdiri sendiri. Kalau sudah ditiup angin, tidak ada yang bisa menahan,” jelasnya.

Selain akasia, Yonsep juga menyebut pohon mangga sebagai salah satu jenis pohon yang perlu diperhatikan. Di Tarakan, pohon mangga umumnya memiliki akar yang cenderung berada di permukaan tanah. Kondisi perakaran, kemiringan batang, serta rimbunnya tajuk menjadi sejumlah hal yang perlu dicermati, terutama ketika cuaca buruk berpotensi terjadi.

Dirinya menegaskan, penanganan pohon yang masih berdiri dan dinilai berpotensi tumbang merupakan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), bukan BPBD. Karena itu, masyarakat yang memiliki pohon besar di sekitar rumah atau melihat pohon dengan kondisi rawan tumbang di lingkungan permukiman diimbau melapor kepada DLH agar dapat ditindaklanjuti sebelum terjadi bencana.

Baca Juga :  Terus Bertambah, Jumlah Kendaraan di Tarakan Capai 161 Ribu Unit

“Kalau masih berdiri, untuk perawatan pohonnya itu di DLH. Kecuali sudah tumbang, baru BPBD,” tegasnya.

Pihaknya mengingatkan pentingnya pemeriksaan pohon besar di sekitar permukiman, khususnya yang miring, memiliki tajuk terlalu rimbun, atau berada di lokasi terbuka yang terpapar angin kencang. Langkah antisipasi melalui pelaporan dan pemangkasan sesuai kebutuhan diperlukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang yang dapat merusak rumah maupun membahayakan keselamatan warga. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina