benuanta.co.id, TARAKAN – Kondisi Jalan Gajah Mada, Kota Tarakan, tidak hanya dikeluhkan karena berlubang dan becek saat hujan, tetapi juga karena bau tidak sedap yang tercium ketika masyarakat melintas di kawasan tersebut. Persoalan ini menambah keluhan terhadap kenyamanan lingkungan di salah satu kawasan dengan aktivitas perdagangan dan jasa yang cukup ramai.
Salah seorang warga, Rahmadi, mengungkapkan bau tidak sedap di kawasan tersebut perlu mendapat perhatian karena mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas. Bau itu diduga berkaitan dengan kondisi drainase atau parit di sekitar jalan, terutama ketika terjadi hujan dan muncul genangan. Namun, sumber pastinya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung.
“Kalau lewat sini, kadang tercium bau yang kurang enak. Apalagi kalau habis hujan, kondisi jalan juga becek dan ada genangan. Harapannya, drainasenya diperiksa supaya diketahui penyebab baunya dan bisa segera ditangani,” ungkapnya, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut tidak seharusnya hanya dilihat dari kondisi badan jalan yang berlubang. Saluran air di sekitarnya juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah lain yang mengganggu masyarakat.
“Jangan hanya jalannya yang diperbaiki, tetapi paritnya juga perlu diperhatikan. Kalau memang ada masalah di saluran air, sebaiknya dibersihkan atau diperbaiki supaya lingkungan di sini lebih nyaman,” katanya.
Sementara itu, warga lainnya, Anggita, menilai bau tidak sedap di Jalan Gajah Mada perlu menjadi perhatian karena kawasan tersebut ramai dengan berbagai aktivitas masyarakat dan usaha. Di sepanjang jalan terdapat pertokoan, konter telepon seluler, hotel, pusat perbelanjaan pakaian, hingga sejumlah tempat makan.
“Di sini cukup ramai, banyak orang berbelanja dan ada juga yang datang untuk makan. Kalau ada bau tidak sedap, tentu mengganggu kenyamanan orang yang lewat maupun pengunjung yang datang ke tempat usaha di sekitar sini,” ujarnya.
Ia menyebut aktivitas kuliner di kawasan tersebut cukup beragam, mulai dari penjual kue dan bubur hingga kafe yang menjadi tempat masyarakat membeli makanan dan minuman. Karena itu, kondisi lingkungan yang nyaman dinilai penting untuk mendukung aktivitas usaha dan pengunjung.
“Di sekitar sini ada yang jualan kue, bubur, kopi, dan tempat makan lainnya. Kalau baunya menyengat, tentu orang yang sedang makan atau berkunjung bisa merasa terganggu. Harapannya, kondisi lingkungan juga diperhatikan supaya orang nyaman beraktivitas di sini,” tuturnya.
Selain bau tidak sedap, kondisi jalan yang berlubang dan becek ketika hujan juga menjadi persoalan yang perlu ditangani secara menyeluruh. Perbaikan badan jalan perlu disertai perhatian terhadap kondisi drainase dan lingkungan di sekitarnya agar persoalan serupa tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.
“Menurut saya, kondisi jalan yang berlubang dan becek saat hujan ini perlu ditangani secara menyeluruh. Jangan hanya badan jalannya yang diperbaiki, tetapi drainase dan lingkungan di sekitarnya juga harus diperhatikan supaya masalah seperti ini tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah meninjau langsung kondisi Jalan Gajah Mada, termasuk memeriksa sumber bau dan fungsi saluran drainase di sepanjang kawasan tersebut. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat.
“Semoga (pemerintah) bisa turun langsunglah, termasuk memeriksa saluran paritnya untuk mengetahui penyebab bau tidak sedap tersebut. Kalau memang ada masalah pada drainase, sebaiknya segera ditangani agar kawasan ini lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat yang lewat maupun orang yang berusaha di sini,” tukasnya.
Sementara itu, seorang pedagang di sekitar Jalan Gajah Mada, Fatimatul, mengatakan bau tidak sedap di kawasan tersebut cukup mengganggu kenyamanan pembeli, terutama karena aktivitas usaha kuliner membutuhkan lingkungan yang bersih dan nyaman.
“Kalau baunya menyengat, tentu pembeli merasa kurang nyaman, apalagi kami berjualan makanan,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan tersebut cukup ramai karena terdapat pertokoan, pusat perbelanjaan, dan berbagai tempat usaha yang menjadi tujuan masyarakat. Ia berharap kondisi lingkungan tetap diperhatikan agar pengunjung merasa nyaman saat berbelanja maupun membeli makanan.
“Orang yang datang ke sini bukan cuma lewat, ada juga yang sengaja membeli makanan atau berbelanja. Jadi, kenyamanan lingkungan juga penting,” katanya.
Selain bau tidak sedap, ia menilai kondisi jalan yang berlubang dan becek ketika hujan juga perlu mendapat perhatian pemerintah. Ia berharap penanganan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memeriksa kondisi drainase untuk memastikan penyebab bau tersebut.
“Harapannya, jalan dan paritnya sama-sama diperhatikan supaya tidak ada lagi bau yang mengganggu dan pembeli lebih nyaman datang ke sini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







