benuanta.co.id, TARAKAN – Data rekapitulasi kinerja layanan pemadam kebakaran di Kota Tarakan menunjukkan sepanjang Januari hingga Maret 2026 telah terjadi puluhan insiden kebakaran, dengan dominasi pada kebakaran lahan.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan, S.E., mengungkapkan total kejadian kebakaran selama tiga bulan pertama tahun 2026 mencapai 21 kasus.
“Total dari Januari sampai Maret ada 21 kejadian kebakaran,” ungkapnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia merinci pada Januari 2026 tercatat sebagai bulan dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni sembilan kasus kebakaran. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya terjadi pada rumah atau bangunan, empat kasus kebakaran lahan atau hutan, dan dua kejadian lainnya.
“Januari memang paling tinggi dengan sembilan kejadian,” paparnya.
Memasuki Februari, jumlah kejadian kebakaran mengalami penurunan cukup signifikan menjadi empat kasus. Seluruh kejadian tersebut didominasi oleh kebakaran lahan sebanyak tiga kasus dan satu kategori lainnya, tanpa adanya kebakaran pada rumah atau bangunan.
“Februari turun menjadi empat kejadian dan tidak ada kebakaran bangunan,” jelasnya.
Namun, pada Maret 2026 jumlah kejadian kembali meningkat menjadi delapan kasus kebakaran. Dari total tersebut, tujuh kasus merupakan kebakaran lahan atau hutan, sementara satu kejadian masuk kategori lainnya.
“Maret naik lagi jadi delapan kejadian, mayoritas kebakaran lahan,” katanya.
Jika diakumulasikan, dari total 21 kejadian kebakaran tersebut, tiga kasus terjadi pada rumah atau bangunan, sebelas kasus merupakan kebakaran lahan atau hutan, dan dua kasus lainnya termasuk kategori lain-lain.
“Kalau dirinci, lahan memang paling dominan dibanding yang lain,” imbuhnya.
Selain kejadian kebakaran, pihak pemadam juga mencatat tingginya angka operasi darurat non-kebakaran selama periode yang sama. Tercatat sebanyak 102 operasi non-kebakaran dilakukan, yang meliputi berbagai kegiatan penyelamatan dan penanganan kondisi darurat lainnya.
“Operasi non-kebakaran justru lebih banyak, totalnya 102 kegiatan,” bebernya.
Lebih lanjut, pada awal April 2026, tepatnya hingga tanggal 2 April, telah terjadi tambahan satu kasus kebakaran. Hal ini menambah catatan kejadian kebakaran di awal tahun meskipun belum masuk dalam rekapitulasi bulanan secara penuh.
“Per tanggal 2 April ini sudah ada satu kejadian tambahan,” terangnya.
Irwan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kebakaran lahan yang masih menjadi penyumbang terbesar kasus di Tarakan. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran sejak dini.
“Kami harap masyarakat lebih berhati-hati agar kejadian kebakaran bisa diminimalisir,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







