benuanta.co.id, TARAKAN – Kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan sejumlah instansi menjadi salah satu faktor yang memicu potensi lonjakan arus balik Lebaran 2026 di Bandara Juwata Tarakan pada akhir pekan ini.
Ketua Posko Angkutan Lebaran Terpadu Bandara Juwata Tarakan, Deni Kurniawan, menyebut fleksibilitas kerja tersebut membuat sebagian masyarakat menunda kepulangan ke daerah asal kerja.
“Dengan adanya WFA, khususnya di beberapa instansi vertikal, kemungkinan masih banyak yang berada di luar kota dan baru kembali di akhir pekan ini,” ujarnya.
Selain itu, akhir pekan ini juga bertepatan dengan penutup masa libur panjang Lebaran (long weekend), sehingga pergerakan penumpang diprediksi meningkat signifikan pada Sabtu, 28 Maret 2026 dan Minggu, 29 Maret 2026.
“Prediksi kami puncaknya Sabtu dan hari Minggu, karena ini long weekend terakhir,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihak bandara belum dapat memastikan besaran peningkatan jumlah penumpang. Hal tersebut masih bergantung pada adanya tambahan penerbangan dari maskapai.
“Kalau nanti ada extra flight, otomatis akan terjadi peningkatan okupansi penumpang, baik yang datang maupun berangkat dari Tarakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, indikasi peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat dari adanya extra flight, khususnya pada rute favorit Tarakan–Balikpapan yang masih mendominasi pergerakan penumpang.
Namun untuk perbandingan dengan tahun sebelumnya, pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti karena perhitungan harus dilakukan secara keseluruhan antara arus mudik dan arus balik.
“Kalau peningkatan harus dilihat secara akumulatif, jadi belum bisa disimpulkan saat ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







