benuanta.co.id, TARAKAN – Operasi pencarian terhadap Ruslan alias Olleng (49), korban kecelakaan longboat yang tenggelam di Perairan Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Jumat (27/3/2026), setelah penyisiran di sejumlah titik koordinat tidak membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril, S.E., mengungkapkan pencarian pada hari terakhir difokuskan di sekitar lokasi kejadian pada koordinat 3°36’12.11”N 117°42’24.03”E dengan heading 27,62°, yang berjarak sekitar 17,47 nautical mile atau ±2 jam perjalanan laut dari Tarakan.
“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dengan metode visual di sekitar lokasi sesuai Rencana Operasi H7 dengan hasil nihil,” ungkapnya, Jumat (27/3/2026).
Ia memaparkan, area pencarian diperluas dengan menyisir empat titik koordinat yang telah ditentukan berdasarkan analisis lapangan, yakni titik A di 3°18’54″N 117°32’8″E, titik B di 3°39’5″N 117°32’8″E, titik C di 3°39’5″N 117°48’54″E, dan titik D di 3°18’54″N 117°48’54″E. Menurutnya, seluruh titik tersebut telah disisir secara maksimal oleh tim SAR gabungan.
“Pencarian dilakukan secara menyeluruh pada area yang telah ditentukan, namun korban belum ditemukan,” paparnya.
Pencarian berlangsung dari pagi pukul 06.00 WITA hingga sore hari, tepatnya pukul 15.45 WITA, tim SAR gabungan menghentikan upaya pencarian karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Ia menyebut keputusan tersebut juga telah melalui koordinasi bersama pihak keluarga korban.
“Hasil pencarian hingga pukul 15.45 WITA nihil dan berdasarkan kesepakatan dengan keluarga, operasi dihentikan,” katanya.
Selanjutnya pada pukul 16.00 WITA, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing sebagai bagian dari prosedur penutupan operasi SAR. Syahril menyampaikan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. “Operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup, seluruh unsur dikembalikan,” imbuhnya.
Diketahui, insiden ini bermula pada Sabtu, 21 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WITA, ketika sebuah longboat dengan tiga penumpang dihantam badai hingga tenggelam di perairan tersebut. Laporan awal diterima Kantor SAR Tarakan pada pukul 15.20 WITA dari pihak keluarga korban.
“Informasi pertama diterima dari keluarga korban setelah kejadian longboat tenggelam akibat badai,” bebernya.
Dari tiga korban, Mahmud (50), warga Sebengkok, berhasil selamat dan melaporkan kejadian tersebut ke Polairud Polda Kaltara. Sementara Sudirman (48), warga Jembatan Besi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian.
“Satu korban selamat, satu ditemukan meninggal dunia, dan satu korban lainnya belum ditemukan hingga operasi berakhir,” ujarnya.
Korban yang belum ditemukan diketahui bernama Ruslan alias Olleng (49), warga Sebengkok. Meski operasi SAR resmi ditutup, pihak keluarga dan masyarakat diimbau tetap memberikan informasi apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dan berharap apabila ada informasi lanjutan dapat segera disampaikan,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







