benuanta.co.id, TARAKAN – Volume sampah di Kota Tarakan mengalami lonjakan signifikan selama momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Peningkatan terebut didominasi oleh sampah rumah tangga masyarat yang dihasilkan saat Lebaran.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Yohanes K Patongloan, mengungkapkan peningkatan terjadi sejak awal Lebaran dengan puncak pada hari pertama Idulfitri, 21 Maret 2026 lalu.
Ia menjelaskan, pada hari biasa volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rata-rata mencapai 110 ton per hari. Namun selama Lebaran, terjadi kenaikan sekitar 25 persen, sehingga jumlahnya berada di kisaran 125 ton per hari.
“Puncaknya itu di hari pertama Lebaran, mencapai sekitar 130 ton per hari. Ini yang paling tinggi,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, lonjakan tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama perayaan Idulfitri.
Meski terjadi peningkatan signifikan, pihak DLH memastikan kondisi masih terkendali. Sejumlah titik yang sempat mengalami penumpukan, seperti di kawasan Sebengkok, hingga Gunung Selatan, telah berhasil dibersihkan.
“Semua masih bisa kita kendalikan. Termasuk di Gunung Selatan tadi sudah kita bersihkan,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, penumpukan sampah di beberapa lokasi tidak hanya berasal dari masyarakat, tetapi juga dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Pertama, sampah rumah tangga, kedua sampah dari perusahaan, dan ketiga limbah bongkaran bangunan serta sampah dari aktivitas toko.
“Masalahnya, ada yang tidak mau membayar retribusi atau tidak mau membuang langsung ke TPA, sehingga mencari lokasi tertentu untuk membuang sampah,” jelasnya.
Di kawasan Gunung Selatan, misalnya, selain warga sekitar, banyak pelaku pembuangan sampah liar yang datang menggunakan sepeda motor dari luar wilayah.
Menindaklanjuti hal tersebut, DLH Tarakan telah melakukan langkah penanganan sekaligus edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan pemasangan banner imbauan serta pembersihan langsung di lokasi-lokasi terdampak.
“Ke depan kita akan terus perkuat edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi data dari DLH Tarakan, selama Januari hingga Februari 2026 tercatat total 6.186 ton sampah masuk ke TPA, dengan rata-rata harian sekitar 105 ton. Memasuki bulan Maret, total sampah mencapai 2.225 ton dengan rata-rata harian sekitar 72 ton, meski sempat menyentuh puncak 137,5 ton dalam satu hari.
Secara keseluruhan, timbulan sampah Kota Tarakan sepanjang Januari hingga Maret 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 11.700 ton. Peningkatan ini dipengaruhi tingginya aktivitas masyarakat menjelang dan selama Idulfitri.
Ia menekankan DLH terus mengoptimalkan program pengelolaan sampah, termasuk pemilahan di tingkat TPS-3R, guna menekan volume residu yang masuk ke TPA serta mencapai target pengurangan sampah hingga 30 persen dari sumber.
“Meskipun angka ini terlihat besar, Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Lingkungan Hidup terus berupaya menekan residu yang masuk ke TPA Hake Babu dengan mengoptimalkan program pemilahan sampah di tingkat TPS-3R guna mencapai target pengurangan sampah sebesar 30 persen di tingkat sumber,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







