benuanta.co.id, TARAKAN – Memasuki arus balik Lebaran 2026, operasional angkutan laut menggunakan speedboat reguler di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan masih berjalan normal.
Namun, hingga saat ini belum ada penambahan armada karena izin dari instansi terkait belum diberikan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Tarakan, Robinson Usat. Ia menyampaikan pihaknya sebenarnya telah siap menambah armada untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, tetapi hingga saat ini masih terkendala perizinan.
“Untuk penambahan speed di arus mudik maupun balik Lebaran tahun ini, kami tidak diberikan izin. Padahal kami siap untuk tambahan armada,” ujarnya.
Dampak dari tidak adanya penambahan armada tersebut, sebagian penumpang memilih menggunakan speedboat non-reguler sebagai alternatif transportasi di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.
Kendati demikian, kondisi di lapangan saat ini masih relatif terkendali. Aktivitas di Pelabuhan Tengkayu I masih berjalan lancar karena jumlah penumpang belum mengalami lonjakan signifikan.
“Masih normal, belum terlalu membeludak. Penumpang masih ter-cover dengan armada yang ada,” terangnya.
Saat ini, terdapat 23 armada speedboat reguler yang beroperasi secara bergantian. Seluruh armada masih mampu mengakomodasi penumpang, meski tidak ada kapal yang berangkat dalam kondisi kosong.
“Semua jalan, ada isi penumpang. Tapi untuk penambahan memang belum ada sampai hari ini,” tambahnya.
Sementara untuk tarif, Gapasdap memastikan tidak ada perubahan harga tiket selama periode Lebaran. Tarif tetap mengacu pada ketentuan sebelumnya, yakni sekitar Rp145 ribu per penumpang untuk rute Tarakan-Tanjung Selor.
Sedangkan untuk jadwal pelayaran juga tidak mengalami penambahan. Keberangkatan pertama dimulai pukul 07.15 WITA dan terakhir pada pukul 16.10 WITA.
Terkait maraknya speedboat non-reguler, Robinson menyebut hal tersebut menjadi dinamika yang tidak bisa dihindari, terutama saat momen Lebaran. Ia menilai masyarakat memiliki hak masing-masing dalam memilih transportasi.
“Kalau mau nyaman tentu pilih reguler, karena fasilitas lebih jelas. Tapi kalau non-reguler biasanya menunggu penuh baru berangkat, dan harga juga bisa lebih mahal,” ungkapnya.
Ia menyebut, di lapangan tarif speed non-reguler bahkan bisa mencapai Rp150 ribu per penumpang, sedikit lebih tinggi dibandingkan tarif reguler.
Untuk hari H Lebaran kemarin, ia mengungkapkan operasional speedboat dipastikan tetap berjalan, meskipun kemungkinan tidak maksimal seperti hari biasa. Jumlah armada yang beroperasi akan menyesuaikan dengan kondisi penumpang.
“Kalau penumpang masih ada, tetap jalan. Tapi mungkin tidak semaksimal hari normal,” katanya.
Selain itu, Gapasdap juga mengingatkan pentingnya keselamatan pelayaran dengan memastikan kondisi nakhoda dan anak buah kapal (ABK) tetap prima selama bertugas.
“Kami imbau nakhoda benar-benar dalam kondisi fit dan steril dari hal-hal yang membahayakan. Karena ini menyangkut keselamatan penumpang,” tegasnya.
Ia juga berharap para pemilik armada memberikan perhatian lebih kepada kru selama periode Lebaran agar pelayanan tetap optimal.
Sementara untuk pemeriksaan seperti tes urine terhadap awak kapal, Robinson menyebut hal tersebut merupakan kewenangan petugas di lapangan dan diharapkan tetap dilakukan secara ketat demi keselamatan bersama.
“Kalau daripada kami di Gapasdap, justru itu yang kami harapkan ketika setiap kegiatan yang seperti ini ya harus dari petugaslah yang punya respon yang besar,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina






