Bulog Tarakan Pastikan Pasokan Pangan Aman Pasca Lebaran

benuanta.co.id, TARAKAN – Perum Bulog Cabang Tarakan memastikan ketersediaan bahan pokok strategis tetap aman tidak hanya selama Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga hingga beberapa bulan setelah Lebaran.

Komoditas yang dikuasai saat ini meliputi beras, minyak goreng, dan gula, dengan dukungan jaringan distribusi yang luas.

Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin, menyebutkan stok beras saat ini mencapai 1.400 ton. Dengan rata-rata penyaluran sekitar 250 ton per bulan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.

“Untuk beras, stok kami aman sampai 6 bulan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, minyak goreng, Bulog baru saja menerima tambahan pasokan dari tiga kontainer dengan total sekitar 55.000 liter. Setiap kontainer berisi sekitar 20.000 liter. Rata-rata penyaluran minyak goreng sebelumnya berada di angka 15.000 liter per bulan, namun menjelang Lebaran meningkat hingga 25.000 liter per bulan.

Baca Juga :  Pengumpulan Zakat BAZNAS Tarakan Capai Rp1,8 Miliar, Ditargetkan Tembus Rp3,5 Miliar

“Yang jelas ada kenaikan. Kemarin sempat stok kami hampir habis, Alhamdulillah hari ini datang, sehingga besok juga akan kami gelontorkan ke pasar-pasar,” katanya.

Ia menyebut, dengan tambahan tersebut, stok minyak goreng dipastikan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua sampai tiga bulan ke depan, termasuk periode pasca Lebaran. Minyak goreng yang disalurkan merupakan produk Minyakita dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Baca Juga :  Siaga SAR Khusus Lebaran, Basarnas Tarakan Kerahkan Personel di 3 Titik

Bulog juga mengingatkan seluruh mitra penyalur untuk mematuhi ketentuan harga tersebut. Jika ditemukan pelanggaran, akan diberikan sanksi bertahap mulai dari teguran hingga pemutusan kerja sama.

“Ada sanksi dari Bulog, teguran pertama, kedua, kalau ketiga masih melanggar kita coret dari mitra kerja,” tegasnya.

Untuk komoditas gula, saat ini tersedia stok 2 ton. Namun Bulog telah melakukan pemesanan tambahan sebanyak 25 ton melalui Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Balikpapan, yang akan segera tiba.

Dengan rata-rata kebutuhan gula sekitar 5 ton per bulan, tambahan tersebut diperkirakan mampu mencukupi hingga lima bulan ke depan.

“Harganya kami jual Rp17.000 per kilogram, sehingga bisa meng-cover kebutuhan beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Muhammadiyah Tarakan Gelar Salat Id, Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan Idulfitri

Secara keseluruhan, Bulog Tarakan memastikan kebutuhan beras, minyak, dan gula selama Ramadan hingga pasca-Ramadan dapat terpenuhi dengan baik. “Alhamdulillah kita bisa meng-cover kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Saat ini, Bulog Tarakan didukung lebih dari 100 mitra kerja. Untuk distribusi di pasar tradisional, terdapat 6 mitra di Pasar Tenguyun dan 4 mitra di Pasar Gusher. Selain itu, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) tersebar di 4 kecamatan dan 20 kelurahan di Tarakan.

Bulog Tarakan menegaskan belum memiliki komoditas lain seperti daging dan ayam, sehingga fokus pengelolaan saat ini masih pada beras, minyak goreng, gula, serta pengembangan jagung pipil. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *