benuanta.co.id, TARAKAN – Hari Raya Idulfitri dimaknai sebagai momentum untuk kembali kepada kesucian, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Tarakan.
Dalam suasana khidmat pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Baitul Izzah, Islamic Center Tarakan, Sabtu (21/3/2026) ribuan jemaah diberikan pesan tentang pentingnya saling memaafkan dan menjaga nilai-nilai kebaikan.
“Izinkan saya mewakili keluarga dan Pemerintah Kota Tarakan, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Tarakan. Semoga di hari yang suci ini, kita dapat saling memaafkan dan kembali menjadi insan yang suci,” ujar Wali Kota Tarakan, dr. Khairul.
Idulfitri disebut sebagai hari kemenangan yang patut disyukuri setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan. Nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan suci diharapkan tidak berhenti, tetapi terus hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari kemenangan ini kita jalani dengan penuh rasa syukur. Semoga puasa dan amal ibadah yang telah kita lakukan selama bulan suci Ramadan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nilai-nilai kebaikan yang telah kita pelajari selama bulan suci Ramadan, hendaknya terus kita jaga dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Di tengah suasana penuh kebahagiaan, perhatian juga diarahkan pada kondisi dunia yang masih diwarnai konflik dan berbagai persoalan kemanusiaan. “Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa perdamaian dan keamanan adalah nikmat yang sangat besar,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Idulfitri menjadi momen untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam kehidupan masyarakat yang beragam.“ Marilah kita memperkuat nilai-nilai persaudaraan, memperkuat nilai-nilai toleransi, dan memperkuat nilai-nilai kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Sebagai daerah dengan keberagaman agama dan budaya, kerukunan dinilai sebagai fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan.
“Tarakan sebagai kota yang dihuni oleh masyarakat yang beragam, sangat penting bahwa kerukunan dan kebersamaan adalah investasi besar dalam membangun daerah ini,” ujarnya.
Semangat saling menghormati dan hidup berdampingan secara damai pun diharapkan terus dijaga, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa.
Selain itu, kebersamaan juga menjadi kunci dalam mendukung pembangunan daerah. Partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan dinilai sangat menentukan keberhasilan program pembangunan.
“Membangun Kota Tarakan tidak mungkin kita lakukan sendirian. Pemerintah memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, keberlanjutan pembangunan sangat membutuhkan dukungan dan keterlibatan dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga generasi muda sangat penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Tanpa kebersamaan dan sinergi yang kuat, berbagai program pembangunan yang direncanakan tidak akan dapat berjalan secara optimal,” imbuhnya.
Semangat Idulfitri diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi landasan dalam memperkuat persatuan dan gotong royong.
“Semangat Idulfitri yang mengajarkan tentang kebersamaan, persaudaraan, dan saling memaafkan, hendaknya menjadi landasan bagi kita semua untuk terus mempererat persatuan,” tutupnya.
(*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







