benuanta.co.id, TARAKAN – Pengumpulan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Tarakan terus mengalami peningkatan signifikan menjelang Idulfitri.
Hingga H-1 Lebaran, Jumat (20/3/2026) pagi, total dana yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Kepala Pelaksana BAZNAS Tarakan, H. Syamsi Sarman, mengungkapkan angka tersebut naik dari sebelumnya sekitar Rp1,2 miliar. Ia optimis jumlah tersebut masih akan bertambah dan menargetkan bisa melampaui Rp2 miliar dalam waktu dekat, bahkan mencapai target Rp3,5 miliar hingga pukul 24.00 WITA.
“Sampai tadi malam saya pulang hampir jam 1, itu sudah terkumpul sekitar Rp1,8 miliar. Kemarin masih Rp1,2 miliar. Mudah-mudahan sampai besok bisa di atas Rp2 miliar, bahkan tembus Rp3,5 miliar,” ujarnya.
Menurutnya, angka tersebut masih berasal dari pengumpulan harian melalui outlet zakat yang tersebar di sejumlah titik di Tarakan. Sementara kontribusi dari masjid-masjid belum masuk dan diperkirakan akan mulai terkumpul pada malam takbiran.
“Ini masih dari outlet di pinggir jalan, masjid belum masuk. Biasanya masjid itu nanti setorannya malam Lebaran,” jelasnya.
Untuk pelayanan, BAZNAS membuka penerimaan zakat di outlet hingga pukul 24.00 Wita, sementara di kantor pelayanan bisa berlangsung hingga pukul 01.00 bahkan 02.00 dini hari, selama petugas masih berada di lokasi.
“Outlet sampai jam 12 malam, kalau di kantor bisa sampai jam 1 atau 2. Selama kami masih ada, kami layani,” ungkapnya
Di sisi lain, BAZNAS Tarakan tetap menerapkan sistem penyaluran zakat secara berkelanjutan. Artinya, dana yang sudah terkumpul langsung disalurkan tanpa menunggu seluruh dana masuk, agar mustahik tidak harus menunggu hingga malam Lebaran.
Penyaluran dilakukan melalui masjid-masjid dengan fleksibilitas sesuai jumlah dana yang tersedia. Misalnya, jika dana baru mencukupi untuk sebagian mustahik, maka distribusi dilakukan terlebih dahulu kepada penerima yang sudah tercover.
Selain itu, BAZNAS juga menyiapkan mekanisme subsidi antar masjid melalui koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Masjid yang mengalami kekurangan dana akan dibantu dari masjid yang memiliki kelebihan.
Untuk menjaga transparansi, setiap bantuan diberikan menggunakan amplop resmi berlogo BAZNAS dengan nominal yang tercantum jelas, baik Rp150 ribu, Rp200 ribu, maupun Rp250 ribu per mustahik.
Tahun ini, jumlah mustahik di Tarakan ditargetkan mencapai 8.000 orang, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 7.800 orang, yang tersebar di empat kecamatan dan 20 kelurahan.
Selain bantuan uang, BAZNAS juga menyalurkan beras sebanyak 500 sak ukuran 5 kilogram yang merupakan bantuan dari pusat, bekerja sama dengan Perum Bulog, guna mendukung distribusi zakat kepada masyarakat, termasuk para marbot masjid.
“Ada yang kami salurkan ke masjid untuk marbot. Jadi kalau marbot itu kan kami anggap masjid-masjid membantu kami selama ini. Yang kita salurkan berasnya Kemudian ada uangnya kami tambah dengan uang,” pungkasya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







