benuanta.co.id, TARAKAN – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2,7 mengguncang wilayah Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (18/3/2026). Peristiwa ini terjadi pada pukul 09.13 WIB atau 10.13 WITA dan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Nunukan, Tarakan, dan sekitarnya.
Kepala Stasiun BMKG Balikpapan, Rasmid, M.Si, mengungkapkan gempa tersebut terjadi di wilayah utara Tarakan, tepatnya dekat Nunukan. Ia menegaskan bahwa gempa ini termasuk kategori kecil. “Gempa bumi tektonik dengan kekuatan 2,7 ini terjadi di utara Tarakan, tepatnya dekat Nunukan,” ungkapnya, Rabu (18/3/2026).
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa memiliki parameter magnitudo M=2,7 dengan episenter pada koordinat 4,02 LU dan 117,66 BT. Lokasi gempa berada di darat, sekitar 74 kilometer utara Tarakan, Kalimantan Utara, dengan kedalaman 10 kilometer. “Kedalamannya ada di 10 kilometer,” bebernya.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif setempat. Rasmid menjelaskan bahwa pergerakan pada patahan tersebut memicu getaran.
“Ada bagian kulit bumi yang sobek akibat sesar aktif di wilayah Nunukan, sehingga menimbulkan getaran,” katanya.
Rasmid menambahkan, gempa dengan magnitudo kecil seperti ini umumnya tidak berbahaya. Potensi bahaya baru muncul jika gempa berkekuatan lebih besar, terutama di atas magnitudo 4 atau 5 dengan kedalaman dangkal.
“Kalau kekuatan 4 atau 5 dengan kedalaman dangkal baru bisa berbahaya, tapi kalau 2,7 seperti ini tidak,” tegasnya.
Dampak gempa yang dirasakan masyarakat juga relatif ringan. Berdasarkan laporan, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas. Rasmid menggambarkan sensasi getaran tersebut.
“Getarannya terasa seperti truk lewat,” imbuhnya.
BMKG juga memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Selain itu, tidak ditemukan adanya aktivitas gempa susulan berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 10.00 WIB. Rasmid menjelaskan hal ini karena magnitudo gempa tergolong kecil.
“Karena gempa kecil, tidak ada gempa susulan,” bebernya.
Lebih lanjut, BMKG melalui Stasiun Geofisika Balikpapan terus melakukan monitoring terhadap aktivitas kegempaan di seluruh wilayah Kalimantan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi kejadian lanjutan yang berbahaya.
“Kami tetap memonitor seluruh wilayah Kalimantan terkait aktivitas kegempaan,” ujarnya.
Rasmid juga menekankan gempa ini tidak menimbulkan efek lanjutan atau secondary effect yang signifikan. Oleh karena itu, potensi terjadinya bencana lain akibat gempa ini sangat kecil. “Efek lanjutan atau dampak sekundernya tidak besar, sehingga tidak ada potensi bencana lanjutan,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat di Nunukan, Tarakan, dan sekitarnya agar tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi. Masyarakat diminta untuk hanya mengakses informasi resmi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti situs resmi dan aplikasi BMKG.
“Tetap tenang dan gunakan informasi resmi dari BMKG agar informasi yang diterima benar dan jelas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







