benuanta.co.id, TARAKAN – Selain potensi hujan ringan hingga sedang yang diprakirakan terjadi menjelang bahkan saat perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat di Kota Tarakan juga diminta mewaspadai ancaman bencana lain berupa banjir rob yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Forecaster on Duty BMKG Tarakan, Ida Bagus Yamuna, mengungkapkan potensi banjir rob diprakirakan terjadi dalam rentang waktu tertentu pada bulan Maret 2026. Fenomena ini perlu menjadi perhatian khusus, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
“Potensi bencana lain yang perlu diwaspadai adalah potensi banjir rob yang diprakirakan dapat terjadi sekitar tanggal 19 hingga 24 Maret 2026,” ungkapnya, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan banjir rob tersebut dipicu oleh fenomena alam yang berkaitan dengan posisi bulan terhadap bumi. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian air laut yang berpotensi meluap ke daratan.
“Fenomena ini terjadi karena adanya fase bulan baru pada 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan posisi bulan berada pada titik terdekat dengan bumi atau perigee,” jelasnya.
Kombinasi antara fase bulan baru dan posisi perigee tersebut dapat meningkatkan gaya tarik gravitasi bulan terhadap bumi, yang kemudian berdampak pada pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir rob di wilayah pesisir.
“Hal ini menyebabkan peningkatan pasang air laut yang berpotensi memicu banjir rob,” katanya.
Dampak dari fenomena banjir rob tersebut tentu dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan pesisir. Aktivitas sehari-hari berpotensi terganggu akibat genangan air laut yang masuk ke daratan. “Hal ini tentu saja berdampak pada kegiatan masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir,” terangnya.
BMKG mengingatkan agar masyarakat serta para pemangku kepentingan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi secara bersamaan. Selain hujan, potensi banjir rob juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi sejak dini.
“BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Selain itu, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengguna transportasi, baik udara maupun laut. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat dapat memengaruhi keselamatan serta kelancaran perjalanan, terutama selama periode mudik Lebaran.
“Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengguna transportasi udara dan laut terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang,” imbuhnya.
Ia menegaskan kombinasi antara potensi hujan dan banjir rob dapat memperbesar risiko gangguan terhadap aktivitas masyarakat maupun mobilitas transportasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







