benuanta.co.id, TARAKAN – Arus mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Kota Tarakan mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Lonjakan jumlah penumpang terlihat sejak awal periode angkutan Lebaran yang berlangsung dari 6 Maret hingga 6 April 2026, dengan jumlah penumpang per keberangkatan meningkat dibandingkan hari biasa.
Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat pada beberapa jadwal keberangkatan di pertengahan Maret. Ia mengatakan, pada kondisi normal jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tarakan biasanya berkisar antara 600 hingga 700 orang.
“Pada masa normal, jumlah penumpang dari Pelabuhan Tarakan berkisar 600 hingga 700 orang per keberangkatan,” ungkapnya, Senin (16/3/2026).
Ferdy membeberkan di beberapa jadwal keberangkatan, tercatat jumlah penumpang hampir dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. “Untuk keberangkatan 10, 15 dan 16 Maret itu rata-rata penumpangnya sudah di atas 1.100 sampai 1.200 orang,” bebernya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang terus meningkat, pihak Pelni juga telah mengajukan dispensasi tambahan kapasitas kepada Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat yang hendak mudik tetap dapat terlayani.
“Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kami mengajukan dispensasi tambahan kapasitas kepada Kementerian Perhubungan,” tuturnya.
Ferdy menjelaskan, kapal penumpang yang melayani rute dari Tarakan seperti KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang pada kondisi normal memiliki kapasitas sekitar 1.995 penumpang. Namun pada periode tertentu, kapasitas tersebut dapat ditambah melalui dispensasi khusus dari pemerintah.
“Kapasitas normal kapal penumpang seperti KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang sekitar 1.995 orang,” jelasnya.
Melalui kebijakan tambahan kapasitas tersebut, jumlah penumpang yang dapat diangkut pada periode mudik Lebaran bisa meningkat hingga puluhan persen. Hal ini diharapkan dapat membantu mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.
“Pada periode tertentu kami memperoleh tambahan kapasitas hingga 39 persen untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







