Program MBG di Tarakan Libur hingga 30 Maret

benuanta.co.id, TARAKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan untuk sementara waktu diliburkan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan tersebut diberlakukan setelah program berjalan penuh selama bulan Ramadan dan akan kembali dilanjutkan pada akhir Maret 2026.

Koordinator Wilayah SPPG Tarakan, Dewi Triadiah, mengungkapkan selama bulan Ramadan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dijalankan sesuai arahan yang diterima oleh penyelenggara di daerah. Namun, pelaksanaan program tersebut menyesuaikan dengan aktivitas belajar mengajar di sekolah, sehingga jadwalnya berjalan beriringan dengan kegiatan para siswa. Ia menjelaskan ketika kegiatan sekolah berlangsung, maka program MBG juga tetap dilaksanakan untuk memastikan para penerima manfaat, khususnya peserta didik, tetap mendapatkan asupan gizi.

Baca Juga :  Siapkan Pengamanan Khusus, Polres Tarakan Gelar Patroli Besar-besaran di Malam Takbiran

“Kalau MBG Ramadan kemarin, dari arahan terakhir itu full satu Ramadan diselenggarakan, tetapi programnya beriringan dengan jadwal anak-anak sekolah. Jadi kalau anak-anak libur, MBG juga ikut libur,” ungkapnya, Selasa (17/3/2026).

Setelah pelaksanaan selama Ramadan, program MBG kemudian memasuki masa libur sementara. Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak pertengahan bulan Maret 2026. “Mulai 16 Maret 2026 program makan bergizi gratis sudah diliburkan,” jelasnya.

Baca Juga :  H-7 Lebaran, Cabai dan Bawang di Pasar Tenguyun Tarakan Alami Kenaikan Harga

Ia menambahkan, masa libur tersebut akan berlangsung hingga menjelang akhir bulan Maret. Selama periode tersebut tidak ada kegiatan produksi makanan maupun distribusi kepada penerima manfaat. “Program ini akan libur sampai 30 Maret 2026,” katanya.

Setelah masa libur berakhir, operasional dapur MBG untuk sekolah-sekolah di Tarakan akan kembali berjalan seperti biasa. Seluruh kegiatan produksi makanan akan dilanjutkan untuk melayani penerima manfaat yakni para peserta didik. “Program akan kembali berjalan pada 31 Maret 2026,” bebernya.

Baca Juga :  Ops Ketupat Kayan, Satlantas Polres Tarakan Ajak Komunitas Otomotif Hindari Knalpot Brong dan Balap Liar

Dewi membeberkan, jumlah penerima manfaat program MBG di Kota Tarakan tercatat cukup besar. Berdasarkan data yang dihimpun oleh pihak SPPG, terdapat puluhan ribu masyarakat yang menjadi sasaran program tersebut. “Untuk penerima manfaat di Kota Tarakan totalnya sekitar 47 ribuan,” tandasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *